SBY Diminta Tangkap Penembak Papua

Jumat, 08 Juni 2012 – 17:00 WIB
JAKARTA – Kaukus Papua di Parlemen RI mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menangkap pelaku penembakan misterius di pulau paling timur Indonesia itu. Selain itu, SBY juga diminta menindak tegas aparat yang melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dengan membabi buta, membunuh serta membakar rumah masyarakat.

Kaukus Papua yang diwakili Koordinator Paskalis Kossay, anggota DPR dapil Papua Agustina Basik-basik, Peggy Patricia Patipi Muis, Diaz Dwijangge dan Tokoh Masyarakat Papua Murdiono,  saat konfrensi pers di pressroom DPR, Jumat (8/6) mengeluarkan lima butir tuntutan kepada SBY.

Pertama, mendesak SBY segera membentuk tim investigasi independen. Kedua, membuka akses yang lebih luas bagi pekerja kemanusiaan maupun media massa untuk mengakses informasi dan mengadvokasi setiap kejadian di lapangan secara transparan, proporsional, akuntabel.

Ketiga, segera mengevaluasi kembali kebijakan negara terhadap penempatan kekuatan TNI-Polri di Papua yang jumlahnya melebihi rasio jumlah penduduk lokal. Keempat segera membuka pintu dialog dengan rakyat Papua dalam rangka memerkuat pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Keempat, perlunya melakukan penegakan hukum bagi setiap pelanggaran-pelanggaan HAM, pelaku korupsi maupun kejahatan lain yang merugikan kepeningan rakyat, bangsa dan negara di tanah Papua.

Kelima, apabila Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cendrawasih ataupun pejabat Badan Inteligen Negara (BIN) di daerah tidak mampu mengendalikan keamanan maka perlu segera diganti.

“Kami bicara atas nama parlemen, wakil rakyat di dada kami terpampang Garuda Pancasila,” kata Agustina Basik-basik.

Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Golkar itu menyesalkan pemerintah selalu menyampaikan agak sulit menemukan penembak misterius di Papua. “Alasan klasik karena medan yang sulit,”  kata Agustina.

Dia menjelaskan, kalau alasan medan sulit, tapi sementara pada kenyataannya intel bertebaran di mana-mana. Baik di kota, pesisir pantai maupun di titik lain yang penyebarannya cukup banyak. “Tapi pertanyaannya sampai saat ini kok tidak terdeteksi?” ungkap dia.

Belum lagi masalah senjata api yang digunakan untuk menembak itu. Tentunya, kata dia, ada peredaran senjata api secara illegal di sana yang beredar secara bebas? “Ini berarti ada penyelundupan senjata api, kenapa tidak bisa ditemukan pelakunya," tambahnya dengan nada tanya.

Agustina menjelaskan bahwa pihak yang melakukan penembakan itu tentunya manusia, bukan makhluk setengah manusia yang kemudian bisa menghilang. Apalagi, kejadian penembakan bukan hanya di pegunungan atau pedalaman, tetapi di ibukota Jayapura.

“Mereka melakukan penembakan ini senjatanya dari mana? Mereka juga manusia bukan makhluk setengah manusia. Oleh sebab itu kami meminta keseriusan pemerintah. Saya tidak yakin pemerintah tidak serius, tapi pemerintah tidak punya wibawa lagi, sehingga hukum itu tidak ditegakkan,” pungkasnya. (boy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Demokrat Tanggapi Teguran BK kepada Roy Suryo

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler