Schumi Menangis Dengar Suara Anak

Senin, 05 Januari 2015 – 05:32 WIB
Michael Schumacher. Foto: AFP

jpnn.com - JENEWA - Michael Schumacher merayakan hari ulang tahunnya ke-46 pada 3 Januari. Di momen bahagia itu pula sebuah kado terindah diterimanya.

Bukan dari orang lain, tapi hadiah atas kerasnya perjuangan yang dilakukannya setahun terakhir agar bisa pulih dari kelumpuhannya pascakecelakaan ski di Prancis Desember 2013. Legenda Ferrari itu kini sudah bisa menangis.

BACA JUGA: Aji Santoso Targetkan Emas di SEA Games 2015

Schumacher menitikkan air matanya saat mendengar suara istri dan anak-anaknya. Dia juga sudah mulai mampu berkomunikasi dengan matanya. Sebuah kegembiaraan tak terkira bagi istrinya, Corrina, mengingat suaminya sempat melewati masa koma selama enam bulan.

Keluarga Schumacher merayakan hari bahagia itu di rumah besar mereka di pinggiran Danau Jenewa, Swiss.

BACA JUGA: Gelandang Anzhi Makhachkala Tewas Tertembak

Juara dunia F1 tujuh musim itu menghabiskan hari-harinya di atas ranjang dan kursi roda sejak meninggalkan rumah sakit September lalu. Corrina pernah mengatakan, proses pemulihan Schumacher baru dimulai sejak kepulangannya itu.
"Dan diperkirakan bakal membutuhkan tempo yang lama," ujarnya.

Detail baru perkembangan kondisi Schumi, sapaan Schumacher, itu dilaporkan media Italia Corriere della Serra.

BACA JUGA: RD Puji Permainan Cepat Penyerang Anyar Persija

"Terkadang, sebulir air mata turun di wajah Michael. Dia menangis ketika mendengar suara anak-anaknya atau istrinya," tulis media tersebut.

Mata Schumacher terbuka tapi seringkali tertutup.

"Dalam beberapa hari terakhir, dia mampu mengenali wajah keluarga yang kenal dekat dengannya. Tetapi belum bisa berkomunikasi dengan mereka," lanjut  laporan tersebut.

Dia juga tidak berbicara dan belum mampu bergerak secara mandiri. "Michael bereaksi pada stimulasi eksternal. Tapi saat ini hanya bisa menjawabnya dengan membuka mata," tulisnya.

Laporan lain datang dari majalah Autosprint. Dalam beritanya, Schumi bahkan dikabarkan sudah bisa duduk. Pemimpin Redaksi Alberto Sabbatini mengungkapkan, informasi tersebut didapatnya dari sejumlah sumber yang mengenal dan melihat sendiri peristiwa tersebut.

"Kabar baiknya adalah Michael tak lagi hanya berbaring di ranjang. Di saat tidak menjalani terapi fisik untuk menghindari kerusakan otot, dia duduk di sebuah kursi di depan jendela di vilanya. Dia menikmati pemandangan salju di pegunungan Alpen Swiss dan pinggiran Danau Jenewa," terangnya. (cak/ham)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Prestasi Merosot, Kinerja PBSI Dievaluasi Menpora


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler