Sebelum Dihabisi Anak Tiri, Harianto Ternyata Sempat Tembak Kepala Istri, Begini Ceritanya

Senin, 11 Juli 2022 – 22:01 WIB
Warga hendak mengevakuasi mayat Harianto yang tewas dan dikubur anak tirinya di kebun karet di Empat Lawang, Sumsel. Foto:

jpnn.com, EMPAT LAWANG - Polres Empat Lawang dan Polsek Pendopo masih terus menyelidiki kasus pembunuhan sadis terhadap Harianto, 40, warga Desa Suro, Kecamatan Muata Beliti, Kabupaten Musi Rawas.

Kasi Humas Polres Empat Lawang AKP Hidayat mengatakan pelaku pembunuhan Harianto telah ditangkap dan kini ditahan di Polsek Pendopo.

BACA JUGA: Mas Bechi Dijemput Polisi, Yenny Wahid: Sebagai Orang Jombang Saya Malu Sekaligus..

"Kasus itu nanti akan dilimpahkan ke Polres Empat Lawang," ujarnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, kasus itu berawal pada Jumat (8/7) sekitar pukul 01.45 WIB. Saat itu, korban bertengkar dengan istrinya, Roaini di pondok kebun karet yang dijaga mereka.

BACA JUGA: Total Korban Kebejatan Mas Bechi Anak Kiai Jombang Sebegini, Parah

"Karena cekcok mulut itu, korban sempat menembak istrinya menggunakan senapan angin. Mengenai pelipis istrinya," kata Hidayat.

Kemudian anak kandung Roaini, Salman Khan alias Mulkan datang ke pondok tersebut dan langsung menusuk Harianto menggunakan pisau berulang-kali.

BACA JUGA: Mayat Harianto Ditemukan Terkubur di Kebun Karet, Dibalut Kain Biru, Ditutupi Ranting Pohon

Sedangkan ponakan Roaini, yakni Asefta yang juga datang ke lokasi langsung membawa Roaini memeriksa luka di pelipisnya ke bidan. Sedangkan pelaku Salman Khan menunggu Harianto yang sudah meninggal dunia di TKP.

Setelah Roaini pulang berobat, sekitar pukul 05.00 WIB korban dikuburkan oleh pelaku Salman Khan, Roaini dan Asefta tidak jauh dari pondok mereka tinggal.

Pada Sabtu (9/7) sekitar pukul 22.00 WIB, Roaini bersama anaknya Salman Khan dan keponkannya Asefta meninggalkan TKP menemui keluarganya di Desa Muara Saling dan menceritakan kejadian tersebut.

Selanjutnya oleh keluarganya diarahkan untuk segera menyerahkan diri ke polisi. Esok harinya, Minggu (10/7) sekitar pukul 10.00 WIB pelaku Salman Khan, Roaini dan Asefta menyerahkan diri ke Polsek Kota Padang, Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu.

Selanjutnya pada Minggu sekitar pukul 14.00 WIB, Kapolsek Pendopo, AKP Gunawan mendapat informasi dari Kapolsek Kota Padang bahwa di Polsek Kota Padang ada warga menyerahkan diri dan mengaku sudah membunuh orang (korban Harianto).

Dari informasi Kapolsek Kota Padang, korban telah dikubur oleh pelaku di lokasi kebun karet milik warga yang dijaganya. Lokasinya dekat pondok dan dekat sumur.

"Kemudian saya memerintahkan anggota untuk mencari informasi tentang kejadian pembunuhan serta cek TKP," jelas AKP Gunawan.

Tiba di TKP, benar telah ditemukan jejak tumpukan rumput yang di bawahnya terdapat bekas galian tanah yang masih baru. Kemudian digali dengan bantuan masyarakat sekitar 30 cm ditemukan mayat korban.

"Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke ruangan pemulasaraan RSUD Tebing Tinggi untuk divisum," jelasnya.

Pada malam itu juga korban dijemput keluarga dan pihak perangkat desa setempat untuk disemayamkan di kampung halamannya.

Sementara untuk para pelaku, sudah dilakukan penjemputan dari Mapolsek Kota Padang pada Minggu, sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat ini para pelaku sudah diamankan di sel Mapolsek Pendopo untuk diperiksa lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan yakni pakaian korban dan pisau panjang sekira 20 cm yang digunakan pelaku. "Pelaku utama yakni anak tiri korban. Dua pelaku lain ikut membantu mengubur korban," tukasnya.

Salah satu warga setempat yang enggan ditulis namanya, menjelaskan, korban dan pelaku bukan warga asli Desa Bandar Agung. Mereka warga Muara Beliti dan bekerja menjaga kebun karet milik Harahap.

"Kami dapat informasi ada penemuan mayat ini dari warga juga. Katanya suaminya ini ribut dengan istrinya. Sempat ditembak pakai senapan angin, tetapi masih selamat," katanya.

Kasat Reskrim Polres Empat Lawang AKP M Tohirin menambahkan, saat ini pelaku yang tak lain merupakan anak tiri korban telah menyerahkan diri ke Polsek Kota Padang dan sudah dijemput oleh personel Polsek Pendopo.

"Benar kasus ini sedang di tangani Polsek Pendopo, pelaku sudah dijemput dan diamankan di Mapolsek Pendopo," tukasnya.

BACA JUGA: Gegara Kasus Mas Bechi, Ruang Rahasia di Pesantren Shiddiqiyyah Jombang Terbongkar, Ternyata

Sementara Camat Pendopo, Sapardina Joly, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. "Anggota polisi dan warga sudah mengevakuasi jasad korban. Para pelaku juga sudah diamankan," tukasnya. (eno/sumeks.co)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler