Sebut Dompet Warga Bekasi Kempis, Cak Imin Diminta Kedepankan Adab

Rabu, 20 Desember 2023 – 11:48 WIB
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat (Jabar), Mohammad Amin Fauzi. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat (Jabar), Mohammad Amin Fauzi, menyesalkan pernyataan cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang terkesan merendahkan warga Bekasi.

Cak Imin diminta segera mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataan tersebut.

BACA JUGA: Cak Imin dan Mahfud Jangan Anggap Enteng, Gibran Disebut Sudah Siap Berdebat

Ini disampaikan Amin merespons pernyataan Cak Imin yang menggeneralisasi ekonomi warga Bekasi tak mampu di tengah banyaknya pembangunan mall.

Bagi Amin, Cak Imin telah mengkerdilkan warga Bekasi.

BACA JUGA: Cak Imin Sebut Dompet Warga Bekasi Kempis, Pengamat Ujang Komarudin Bilang Begini

"Saya sebagai orang Bekasi merasa tersinggung, seakan melihat orang Bekasi tidak mampu seperti yang disampaikan nah ini tidak pantas seorang tokoh nasional Ketua Umum Partai yang sudah kenyang makan asam garam berkiprah di masyarakat mengecilkan mengkerdilkan keadaan masyarakat sekarang ini," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi hari ini.

"Sementara Bekasi adalan ikon dunia yang saat ini ada di seluruh kawasan internasional tapi sikap sosok Pak Muhaimin ini yang juga cawapres salah satunya disayangkan," kata Amin.

BACA JUGA: Majelis Taklim se-Kabupaten Bekasi Deklarasi Dukung Anies-Muhaimin

Menurut Amin, Ketua Umum PKB itu seharusnya mengedepankan adab dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik. Dengan popularitasnya di internal PKB, Cak Imin diminta arif dan luwes dalam menilai kondisi wilayah.

"Artinya, Pak Muhaimin ini seharusnya mengedepankan adab apalagi dia tokoh agama juga, yang populitasnya tidak bisa ditandingin internalnya, harusnya bersikapnya arif, luwes, tata kramanya juga sopan santun," katanya.

Amin bahkan menyebut jika Bekasi lebih sejahtera dari DKI Jakarta. Hal ini bisa dilihat dari fakta bahwa UMR Bekasi lebih besar dari DKI Jakarta.

Dia juga mengingatkan jika Bekasi merupakan kota industri terbesar se-Asia Tenggara. Atas hal itu, Cak Imin itu seharusnya memberikan pencerahan soal Bekasi berdasarkan

"Iya Cak Imin itu kalau bicara harus berdasarkan fakta, jangan asbun. Terkait UMR dia juga kan mantan Menteri Ketenagakerjaan seharusnya dia bicaranya itu sesuai dengan kondisi yang ada di Bekasi dengan wilayah di Jabodetabek, jangan asal bicara seenak beronya aja beliau, biar berkualitas lah sebagai seorang tokoh nasional, kalau berstatement di ruang publik," katanya.

Caleg DPRD Kabupaten Bekasi itu mengingatkan warga Bekasi tak tinggal diam dengan pernyataan Cak Imin tersebut. Dia meminta Cak Imin segera mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka atas ucapannya tersebut.

Amin menilai sangat tidak elok jika kondisi ekonomi warga dijadikan bahan guyonan. Apalagi, candaan itu dilontarkan di ruang publik dan dalam kegiatan kampanye Pilpres 2024.

"Pak Muhaimin tolong klarifikasi kepada masyarakat Bekasi, minta maaf secara terbuka, jangan ini dijadiin candaan. Sementara perekenomian nasional, hari ini penyumbang pajak terbesar adalah Bekasi, itu harus diakui, persoalan orang tidak bisa belanja tidak punya uang itu personal, jangan dijudge orang Bekasi seperti itu," tegasnya.

Amin meminta Cak Imin sebagai tokoh nasional, terlebih pernah mengemban jabatan publik yang strategis bisa bersikap bijak. Cak Imin yang saat ini menjadi cawapres diminta memberi contoh dan tauladan baik bagi publik.

"Tolong lah tunjukan sebagai seorang tokoh nasional apalagi cawapres ketua umum PKB pernah jadi menteri pernah jadi pimpinan DPR RI harus jadi contoh dan tauladan, saya Amin Fauzin secara pribadi sebagai orang Bekasi tersinggung merasa terhina-hinakan oleh seorang Muhaimin Iskandar, jangan dijadiin candaan karena disampaikan di ruang publik dan tersiar di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, cawapres nomor urut 1 Cak Imin menilai negara maju merupakan negara yang mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya. Cak Imin lantas menyinggung perekonomian warga Bekasi yang masih sulit. Sementara itu, tidak sedikit dibangun pusat perbelanjaan di wilayah ini.

"Jangan kayak orang Bekasi, di sini malnya banyak megah-megah, tetapi cuma lihat sambil muter. Jalan-jalan ke mal muter saja, terus anaknya bilang, 'Cuma lihat-lihat dong, Bu?' Lah iya, orang dompetnya kempis," kelakar Cak Imin di hadapan ratusan ibu Majelis Taklim se-Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.(ray/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler