Sejumlah Negara Uni Eropa Usir Puluhan Diplomat Rusia, Alasannya Mengejutkan

Rabu, 30 Maret 2022 – 16:39 WIB
Dokumentasi - Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell (kanan) dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kiri) berbicara di depan media di Brussel, Belgia, 27 Februari 2022. (ANTARA/Stephanie Lecocq/Pool via REUTERS/as)

jpnn.com, BELGIA - Sejumlah negara Uni Eropa melakukan pengusiran terhadap para diplomat Rusia.

Negara-negara tersebut antara lain Belgia, Belanda dan Irlandia.

BACA JUGA: Jelang Pertemuan Luar Biasa, Uni Eropa Pertimbangkan Sanksi Embargo Minyak untuk Rusia

Pengusiran dilakukan pada Selasa (29/3) kemarin.

Para diplomat Rusia diusir atas tuduhan melakukan pengintaian.

BACA JUGA: Emirates Mengaku Diperintahkan untuk Terus Layani Rusia

Menurut perdana menteri Irlandia, pengusiran yang dilakukan merupakan sebuah langkah terkoordinasi.

Rusia mengeluarkan pernyataan keras atas aksi tak bersahabat tersebut dan menjanjikan balasan.

BACA JUGA: Hari ke-34, Ini 10 Fakta Terbaru Perang Rusia Vs Ukraina

Pengusiran itu terjadi setelah hubungan antara Uni Eropa dan Rusia mencapai titik terendah dalam sejarah.

Hubungan Rusia-Uni Eropa terganggu menyusul invasi Rusia ke Ukraina yang disebut sebagai serangan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Menurut Menteri Luar Negeri Belgia Sophie Wilmes negaranya mengusir 21 diplomat Rusia atas dugaan mata-mata dan menimbulkan ancaman keamanan.

Dia mengatakan hal itu di hadapan para anggota dewan perwakilan rakyat.

Langkah itu secara eksklusif terkait dengan keamanan nasional dan jalur diplomatik masih akan terbuka, kata Wilmes.

Sebanyak 21 warga Rusia bekerja di kedutaan besar Rusia di Brussels dan di konsulat di Antwerp.

Mereka semua terakreditasi sebagai diplomat, tetapi bertugas melakukan pengintaian dan memengaruhi operasi, kata juru bicara kementerian.

Wilmes mengatakan keputusan Belgia itu dikoordinasikan dengan Belanda, yang menyuruh pulang 17 agen intelijen Rusia yang terakreditasi sebagai diplomat.

Menurut Kementerian Luar Negeri Belgia, keputusan tersebut didasarkan atas informasi dari layanan keamanan yang ada.

Irlandia juga mengusir empat pejabat senior di kedubes Rusia, sedangkan Republik Ceko meminta satu anggota staf diplomatik kedubes Rusia meninggalkan Praha.

Duta besar Rusia di sejumlah negara menumpahkan kemarahannya lewat pernyataan.

Di Irlandia, staf Rusia menggambarkan keputusan pemerintah setempat sebagai perbuatan sembrono dan tidak berdasar.

"Pengusiran Belgia sama sekali tidak berdasar" dan berpotensi berdampak serius pada hubungan Rusia-Belgia," kata Duta Besar Rusia dalam pernyataan.

"Akan ada balasan sehubungan dengan langkah-langkah tidak bersahabat terhadap lembaga-lembaga Rusia di luar negeri," lapor kantor berita RIA, yang mengutip juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova.

Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin mengatakan pengusiran itu dilakukan atas koordinasi bersama negara-negara lain, tetapi tidak mungkin mencakup koordinasi dengan semua negara Uni Eropa.

"Mustahil untuk membuat seluruh 27 (negara anggota Uni Eropa) mengerjakan agenda serupa," kata Martin.(Antara/Reuters/JPNN)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler