Sejumlah Pentolan Honorer K2 tak Percaya Lagi pada Bu Titi

Kamis, 29 Agustus 2019 – 12:02 WIB
Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih tidur di jalan depan Istana Negara, Selasa (30/10) malam. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketum Aliansi K2 Indonesia (AK2I) Edi Kurniadi alias Bhimma tidak melarang anggotanya ikut dalam rapat kerja nasional (rakernas) Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I).

PHK2I di bawah pimpinan Titi Purwaningsih akan menggelar rakernas pada 5-6 September di Jakarta.

BACA JUGA: Rakernas Perkumpulan Honorer K2 Indonesia, Pembuktian Komitmen Bu Titi

"Banyak honorer K2 yang meminta pandangan tentang rakernas PHK2I pada 5-6 September. Prinsipnya kami tidak akan melarang anggota AK2I untuk itu acara tersebut. Silakan ikuti kalau mau di-PHP (pemberi harapan palsu) lagi," kata Bhimma kepada JPNN.com, Kamis (29/8).

Dia menyebutkan, selama mengikuti perjuangan di bawah komando Titi, yang didapat hanya janji palsu. CPNS hanya untuk usia di bawah 35 tahun.

BACA JUGA: Pentolan Honorer K2: Puan Maharani Kuncinya

Sedangkan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), tanpa diperjuangkan pun akan tetap ada hasilnya. Sebab, pemerintah memang ingin honorer K2 menjadi PPPK, bukan PNS.

"Anggota AK2I yang mau ikut rakernas titip pesan kepada Ibu Titi dan pengurus PHK2I. Tolong tanyakan bentuk Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) selama lima tahun keorganisasiannya," tegasnya.

BACA JUGA: Itong: Tuntaskan Dulu Honorer K2, Jangan Terburu-buru Seleksi CPNS Jalur Umum

BACA JUGA: Rakernas Perkumpulan Honorer K2 Indonesia, Pembuktian Komitmen Bu Titi

Kritikan juga disampaikan Rusman, koordinator AK2I Jakarta. Menurut dia, Titi bukan figur pemimpin yang baik. Antara ucapan dan perbuatan tidak sejalan.

"Pemimpin macam ini yang akan membawa teman-temannya ke jurang kehancuran. Ayo tanamkan komitmen pada diri sendiri agar selalu konsisten di jalan perjuangan. Jangan jatuh ke lubang yang sama," serunya.

"Dari honorer jadi PPPK. Sudah jadi PPPK malah balik lagi ke honorer dan minta jadi PNS. Komitmen pada dirinya sendiri enggak bisa, apalagi mau memperjuangkan orang lain," sambungnya menyindir Titi.

Dia menilai, yang ikut rakernas PHK2I akalnya tidak sehat. "Kasihan menterinya, bingung menangani kasus PPPK balik jadi honorer," sergahnya.

Sama halnya Munir, koordinator AK2I Jawa Timur yang memertanyakan komitmen Titi yang dinilainya tidak sejalan dengan perbuatan.

"Males juga dengar janji-janji Ibu Titi. Kadang buat aturan organisasi sendiri, dilanggar sendiri. Komitmen perjuangsnnya di mana?," ucapnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jangan Mimpi Honorer K2 Lulus Tes PPPK Tahap I Diangkat jadi PNS


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler