Sekeluarga Keracunan Makan Ikan, Satu Tewas

Kamis, 09 Agustus 2012 – 11:23 WIB
PADANG--Satu keluarga, warga Jalan Dili No 3 Wisma Indah IV, Siteba, Kecamatan Nanggalo mengalami keracunan karena memakan ikan yang diduga mengandung racun (toksin) saat santap buka dan sahur, Senin (6/8) dan Selasa (7/8). Zulwarni, 43, meninggal dunia di rumah, Selasa (7/8) malam setelah sebelumnya sempat berobat di bidan dekat rumah dan RS Yarsi Gunungpangilun.
 
Sementara suaminya, Armensis, 50, selamat karena hanya sedikit memakan sambal ikan yang dibuat istrinya, Zulwarni. Sementara kelima anaknya, saat ini masih dirawat intensif di RSUP M Djamil.

Kejadian berawal saat Zulwarni membeli ikan gambolo aceh di Pasar Nanggalo, Minggu (5/8). Oleh korban, ikan tersebut tak langsung dimasak saat hari itu akan tetapi disimpan dalam freezer.

Esoknya, Senin (6/8), baru korban memasak ikan tersebut, dicampur ikan lele, tahu serta cabai. Sekeluarga, kecuali anak sulung korban, Megawati, 22, menyantap sambal tersebut saat berbuka. Megawati sendiri tak buka di rumah. Ia berbuka di luar bersama teman-temannya.

"Malam itu kita masih biasa saja, tapi ibu sempat mengeluh sakit. Lalu saat sahur, ayah, ibu dan empat adik kembali memakan sambal tersebut. Saya sendiri tidak ikut sahur karena ketiduran. Namun, saya sempat mencicipinya saat pulang berbuka. Beruntung, ayah hanya sedikit memakan sambal tersebut," ucap Megawati saat ditemui Padang Ekspres (Group JPNN) di ruang Petri RSUP M Djamil Padang, Rabu (8/8).

Selasa (7/8) pagi, Zulwarni mengeluh sakit pada bagian perut. Ia sempat muntah. Oleh suaminya, saat itu korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk pertolongan pertama. Hanya sebentar di Puskesmas, Zulwarni pun segera dirujuk ke RS Yarsi Gunung Pangilun karena diduga terkena shock hipopotemic (keracunan makanan, red). Sebagian tubuhnya sudah membiru. "Di rumah sakit Yarsi, ibu mendapat perawatan. Sorenya, sudah mulai membaik, dan kami pun pulang," ujar Megawati.

Malamnya, Zulwarni meninggal dunia di rumah. Karena penasaran, malam itu juga, Armensis membawa istrinya dan kelima anaknya ke RSUP M Djamil untuk diperiksa. Diagnosa rumah sakit menyebutkan, keenam korban mendapat intoksidasi makanan. Diduga, makanan ikan yang mereka makan sudah tak segar.

"Untuk ikan itu sendiri, saat ini sedang diperiksa di laboratorium M Djamil kemudian dilanjutkan ke BPOM guna men-check kandungan bakteri atau virus yang ada didalamnya," ujar Pejabat Pemberi Informasi (PPI) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof  didampingi Ka Instalasi Humas dan pengaduan masyarakat RSUP, Rita Prima Puti.

Armensis sendiri mengaku, dirinya beserta lima anaknya sudah mulai merasakan sakit, Selasa (7/8) pagi. Tapi, tak begitu berat seperti yang dirasakan istrinya. "Saya tidak ada firasat kalau dia keracunan, padahal saat memasak ikan itu, saya sempat melarang karena ikan tersebut sudah nampak pucat dan agak berbau," jelas Harmensis yang bekerja sebagai kontraktor ini.
 
Saat ini, kelima anaknya, Megawati, 22, Fitrah, 20 , Randi, 17, Hafis, 12, dan Putra, 5. Empat anak dirawat di ruang HCU Penyakit Dalam dan Psikoteraphy (Petri), sementara Putra dirawat di bangsal anak. Zulwarni sendiri sudah divisum dan sudah dikuburkan di rumah duka, Rabu (8/8) siang di TPU Tunggul Hitam. 
Hingga saat ini Mega hanya ingat kata-kata yang sering diucapkan mamanya. "Kalian harus mandiri, nanti kalian susah jika ibu tak ada, ternyata itulah pertanda kepergian  mama," sebut Mega. Keempat adik Mega, hingga kini masih terlihat shock dan depresi atas kepergian ibunya. (b)
BACA ARTIKEL LAINNYA... IRT Tewas Dibacok Rampok

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler