Sekjen Kemnaker: Digitalisasi Akan Tingkatkan Tumbuhnya Ekonomi di Perdesaan

Minggu, 20 Maret 2022 – 13:10 WIB
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi saat dikukuhkan sebagai guru besar Profesor Ilmu Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang pada Sabtu (19/3). Foto: Kemnaker

jpnn.com, MALANG - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan bahawa perkembangan era digital menyebabkan ekonomi dunia mengalami transformasi besar ke arah pengetahuan ekonomi (knowledge economy).

Hal tersebut diungkap Sekjen Anwar dalam sambutan seusai dikukuhkan sebagai guru besar Profesor Ilmu Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang pada Sabtu (19/3).

BACA JUGA: Sekjen Anwar Sanusi Beber Langkah Nyata Kemnaker Hapus Diskriminasi di Tempat Kerja

Menurut Sekjen Anwar, dinamika perkembangan desa tidak lepas dari arus besar tersebut.

"Desa tidak hanya mengalami digitisasi, tetapi digitalisasi yang nantinya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di perdesaan," ucap Sekjen Anwar.

BACA JUGA: Sekjen Kemnaker: Anggota G20 Apresiasi Langkah Indonesia

Kendati begitu, dia menilai hingga saat ini masih sangat sedikit studi kebijakan publik yang menyentuh tentang kebijakan perdesaan.

Menurutnya, dari tahun 2014 hingga 2020, kajian kebijakan publik yang membahas tentang kebijakan perdesaan sangat minim.

BACA JUGA: Dua Isu Utama Ini Dibahas di Hari Kedua EWG G20, Begini Harapan Sekjen Kemnaker

Sementara itu tahun yang sama, kajian tentang kebijakan perkotaan mendapatkan porsi yang cukup besar.

Adapun permasalahan kedua, yaitu terjadinya stagnasi pendekatan pembangunan perdesaan.

Menurut dia, permasalahan pertama dan kedua bermuara pada permasalahan ketiga, yaitu minimnya fokus tata kelola pembangunan perdesaan pada tataran level meso-institusional.

Dalam menjawab ketiga permasalahan tersebut, dia menawarkan pendekatan baru yang disebut dengan Multi-level Collaborative Governance (MLCG).

Pendekatan MLCG merupakan pendekatan yang dinilai cukup relevan dalam upaya pengembangan desa dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan multi-level pemerintah dalam kerja sama yang sistematis dan terstruktur dari pemerintah pusat, pemda, pemerintah desa, perguruan tinggi, hingga sektor swasta.

Selain itu, sambung dia, pendekatan MLCG mendorong pengembangan desa berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Dengan demikian, pendekatan MLCG mempercepat pencapaian desa mandiri melalui tiga keluaran utamanya, yaitu manajemen pengetahuan, kepemimpinan transformatif, dan rekognisi kearifan lokal.

Adapun keunggulan dari pendekatan MLCG ialah adanya keterlibatan berbagai multi-level sektor, pengembangan desa berbasis potensi lokal desa, berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal, dan memanfaatkan teknologi dalam upaya pengembangan desa.

"Seluruh pemangku kepentingan merupakan objek sekaligus subjek pembangunan perdesaan," ujarnya.

Dia mengatakan hal tersebut mendorong sense of belonging yang kuat akan tanggung jawab pembangunan perdesaan.

Pembangunan perdesaan pun akan lebih bersifat dinamis dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis.

Contohnya, penerapan terbaik dari pendekatan MLCG, yaitu program Desa Migran Produktif (desmigratif).

Program Desmigratif disebutnya mampu menangani permasalahan pekerja migran di desa-desa yang relatif memiliki kemiskinan tinggi secara komprehensif.

"Jika program Desmigratif diaplikasikan secara luas dengan nilai-nilai kearifan lokal setempat, niscaya desa mandiri bukanlah suatu mimpi yang terlalu jauh," kata Sekjen Anwar. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sekjen Kemnaker: PNS Bagian Penting Pilar Pembangunan NKRI


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler