Sekjen Kemnaker Dorong Informasi Pasar Kerja Beri Dampak Besar Bagi Sektor UMKM

Jumat, 01 Juli 2022 – 22:28 WIB
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi saat menutup acara konsolidasi informasi job matching pasar kerja serta workshop pemanfaatan informasi demand kebutuhan pasar kerja bagi UMKM di Sumatera Barat, Jumat (1/7). Foto: Dokumentasi Kemnaker

jpnn.com, PADANG - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mengoptimalkan layanan pada sistem informasi pasar kerja yang terintegrasi dengan data terkait kondisi industri, salah satunya pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Informasi yang terintegrasi ini akan menghasilkan data yang dapat membantu penyiapan tenaga kerja yang siap diserap pelaku industri.

BACA JUGA: Kemnaker Dorong Kerja Sama Penempatan dan Pelindungan PMI dengan Republik Korea

“Melalui sistem informasi pasar kerja nasional ini, kami optimistis ke depan dapat memiliki forecasting demand tenaga kerja yang tepat, sehingga dapat mempersiapkan supply tenaga kerja lebih dini,” ujar Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi.

Hal itu disampaikan Sekjen Anwar Sanusi saat menutup acara konsolidasi informasi job matching pasar kerja serta workshop pemanfaatan informasi demand kebutuhan pasar kerja bagi UMKM di Sumatera Barat, Jumat (1/7).

BACA JUGA: Kemnaker Tegaskan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Hak Dasar Pekerja

Sekjen Anwar menjelaskan di dalam situasi pandemi hingga saat ini, sektor ekonomi yang masih bisa 'survive' atau bertahan adalah sektor informal yakni industri UMKM.

Menurutnya, meskipun industri UMKM merupakan unit usaha yang kecil, jika dikelola dengan baik akan menjadi penopang untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA: Kabar Gembira dari Kemnaker, Peluang Magang ke Jepang Terus Diperbanyak

Dia menyebitkan pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh produksi.

Aktivitas produksi bisa dilihat sejauh mana suatu negara memilki kualitas SDM yang unggul, dan mampu menghasilkan nilai-nilai produktivitas yang tinggi.

"Dalam perkembangannya, industri UMKM memiliki tantangan yang begitu kompleks, mulai dari tantangan dari sisi kualitas sumber daya manusia, terkait permodalan, distribusi, hingga pada sisi informasi pemasaran," ungkap Sekjen Anwar.

Menanggapi situasi tantangan peningkatan kualitas SDM, Sekjen Anwar menyampaikan Kemnaker telah memiliki Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang.

Melalui keberadaan BPVP Padang, para pelaku industri UMKM tidak akan kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

"Mereka akan bisa mengaksesnya melalui kanal informasi pasar kerja yang terintegrasi, dan mereka juga akan bisa melihat kualitas tenaga kerjanya baik dari tingkat keahlian maupun sertifikat yang telah didapatkan dari BPVP ini," harapnya.

Karena itu, Sekjen Anwar menegaskan nantinya pusat pasar kerja ini akan menjadi aktor sentral untuk bisa menjadikan titik temu antara demand dan supply dari sektor ketenagakerjaan.

"Kami perlu bekerja sama dengan provinsi, kabupaten kota yang khusus menangani sektor ketenagakerjaan untuk benar-benar memiliki informasi seutuhnya terkait dengan kondisi SDM ketenagakerjaan di wilayahnya masing-masing," pungkas Sekjen Anwar Sanusi. (mrk/jpnn)

 


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler