Selamat Jalan Sukowaluyo

Jumat, 12 September 2008 – 17:27 WIB
JAKARTA - SATU lagi politisi senior drSukowaluyo Mintorahardjo berpulang ke pangkuan Sang Pencipta, Kamis malam (11/9) pada pukul 20.30 WIB

BACA JUGA: PDS Juga Gelar Buka Puasa Bersama

Satu jam sebelumnya almarhum masuk ke RS Jakarta Medical Centre (JMC) karena serangan jantung
Almarhum meninggalkan seorang istri Delina Harbi Pramesti, seorang putra bernama Asung Putranto Satrio Wirawan dan dua orang putri, Wiratri Arum Sekar Pertiwi dan Gyanita Caesaria Prabandari.

Menurut rencana, jenazah Suko –demikian sapaan akrab ‘Dokter Politik’ itu, akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa - Jakarta Selatan, Sabtu sekitar pukul 12.00 WIB

BACA JUGA: PSSI Bayar Hotel dengan Cek Bodong

Untuk sementara jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Komplek Villa Pejaten Mas, Jl
Pejaten Mas V blok F No

BACA JUGA: Tol Trans Jawa Segera Digarap

20, Pasar Minggu, Jaksel.

Kepergian sang dokter yang mengabdikan diri di dunia politik sejak 25 tahun lebih ini, sangat mengejutkanBetapa tidak, Selasa sore almarhum masih sempat ke Kantor PKN Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) di Jalan Sisingamangaraja No21, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, untuk menjalankan tugas rutinnya sebagai salah satu pengurus partai tersebutNamun hanya berselang sekitar 4 jam, datang kabar duka.
Sebelum mendirikan PDP bersama sejawatnya antara lain Laksamana Sukardi, Roy BB Janis, Didi Supriyanto dan Noviantika Nasution, almarhum adalah seorang dokter dan direktur sebuah rumah sakit di LampungIa kemudian membanting setir ke dunia politik dengan bergabung ke PDI, PDI Perjuangan dan rumah terakhirnya adalah PDP.

Di luar itu, almarhum juga giat di dunia pendidikan dengan mendirikan Yayasan Sekolah Tinggi Teologia (SETIA) dan aktif berbagai LSM, termasuk Yayasan Kerukunan Persaudaraan Kebangsaan (YKPK) bersama tokoh politik lintas partai, agama dan rasSelain itu, almarhum bersama tiga rekannya yang yakni Didi Supriyanto, Tjiandra Widjaja dan Zulvan Lindan mendirikan sebuah lembaga yang diberinama LKDe (Lembaga Kajian Demokrasi).Perginya sang tokoh bukan saja membuat keluarga kehilangan, tetapi termasuk Keluarga Besar PDP merasa kehilangan salah seorang tokoh besarPendiri dan pencipta Mars PDP.

Almarhum selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat dinamisKarena beliau lah yang selalu membuat suasana mengalir dan hidup“Beliau pandai menghidupkan suasana sehingga dalam wilayah politik yang keras, terasa ringan dan menyenangkan,”kenang rekan sejabatnya Abdul Khaliq Ahmad, kolega sesama Pimpinan Kolektif Nasional, yang selama tiga tahun terakhir sering bersama almarhum dalam kegiatan di PDP.
Meski mengagetkan semua yang mendengar kepergian almarhum drSukowaluyo Mintorahardjo, namun sejumlah tanda-tanda sudah ditunjukkanSore itu tiba-tiba drSuko mengirim pesan pendek via telpon genggamnya yang berbunyi  “Saya pamit akan pergi jauh.” Pesan ini ditujukan kepada karibnya, Koordinator PKN PDP IrHLaksamana Sukardi.

SMS itu sempat ditunjukkan kepada beberapa orang saat takziah di rumah duka.  Ini merupakan “tanda” yang disampaikan seorang soleh yang lebih dahulu dikabari Tuhan, bahwa ajalnya segera tibaKedekatan dan kecintaan almarhum ditampakkan dengan pesan-pesan terakhirnyaKantor terakhir yang disinggahi adalah kantor PDP dan karib yang dipamiti adalah IrHLaksamana Sukardi.(eyd)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bang Yos Bilang, Incumbent Masih Jos!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler