Selamat Pagi, Rupiah Melemah Lagi

Rabu, 20 November 2019 – 10:45 WIB
Mata uang rupiah Indonesia (IDR) dan dolar Amerika Serikat (USD). Foto/ilustrasi: Ayatollah Antoni/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Koreksi atas nilai tukar (kurs) rupiah berlanjut pada transaksi antarbank di Jakarta pada Rabu (20/11) pagi. Menurut ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, rupiah terkena sentimen pelemahan mata uang kuat di Asia.

"Pagi ini mata uang kuat Asia yen (JPY), dolar Hong Kong (HKD) dan dolar Singapura (SGD) kompak dibuka melemah terhadap dolar AS (USD) yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini," kata Lana.

BACA JUGA: Kurs Rupiah dan Dolar Menguat Tipis, Yuan Turun 88 Poin

Dari eksternal, neraca perdagangan Jepang pada Oktober 2019 tercatat surplus JPY 17,3 miliar dari sebelumnya defisit JPY 456 miliar. Surplus itu karena ekspor turun 9,2 persen (yoy).

Penurunan ekspor Jepang tersebut telah berlangsung selama delapan bulan berturut-turut. Penurunan itu yang terdalam sejak tiga tahun terakhir.

BACA JUGA: Rupiah Menguat di Hari Jumat

"Penurunan ini karena permintaan global yang turun terutama dari AS dan China sejak perang dagang yang telah berlangsung sejak 17 bulan terakhir," ujar Lana.

Namun di sisi impor juga tercatat turun tajam 14,8 persen (yoy). Penurunan itu juga telah terjadi selama enam bulan berturut-turut.

BACA JUGA: Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah Lagi

Penurunan energi terutama berasal dari impor bahan bakar mineral (-24,9 persen yoy) yang digunakan sebagai bahan sektor manufaktur. Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 14.090 per USD hingga Rp 14.110 per USD.

Pada pukul 10.20 WIB, rupiah masih melemah 6 poin atau 0,05 persen menjadi Rp 14.097 per USD dari sebelumnya Rp 14.091 per USD. Sementara kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp 14.097 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.091 per dolar AS.(antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelemahan Rupiah Hari Ini Masih Dipengaruhi Perang Dagang AS-Tiongkok


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler