Sembilan Siswi Terjaring Razia di Karaoke

Kamis, 14 Juni 2012 – 10:42 WIB
SAMPIT – Raut muka sejumlah siswi dari sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak pucat. Mereka kaget setelah beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tiba-tiba masuk ke ruang tempat mereka bersenang-senang di salah satu tempat karaoke di Sampit, Rabu (13/6).

Sebilan pelajar tersebut hanya bisa pasrah ketika petugas mendata dan memberi pengarahan kepada mereka. Sambil menyembunyikan muka, para pelajar yang semuanya siswi tersebut hanya mengangguk mendengar nasihat yang disampaikan petugas.

Para siswi tersebut kedapatan di tempat karaoke saat jam belajar. Parahnya, saat terjaring razia, mereka tersebut masih mengenakan seragam sekolah lengkap sehingga menjadi perhatian banyak orang. Sangat ironis, para pelajar yang seharusnya mengikuti proses belajar mengajar di sekolah, justru terjaring razia di karaoke.

Kepada petugas, para siswi tersebut mengaku hanya ingin bersenang-senang dengan berkaraoke bersama usai mengikuti ujian. Namun mereka mengakui kesalahan mereka karena ke tempat hiburan masih menggunakan seragam sekolah.

Selain sembilan siswi tersebut, razia yang dilakukan sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 13.00 siang tersebut juga menjaring sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang kedapatan keluyuran saat jam kerja. Dua PNS tersebut terjaring saat berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Sampit.

“Hari ini kami menemukan dua orang PNS di salah satu pusat perbelanjaan dan sembilan orang siswa yang sedang karaoke yang masih menggunakan seragam sekolah,” ujar Kepala Satpol PP Kotim, Rihel.

Rihel menjelaskan, razia dilakukan di sejumlah lokasi seperti Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Bintang Swalayan, Kusuka, Rejeki Swalayan dan Barata. “Kegiatan ini memang sengaja kami lakukan karena itu sudah tugas kami dan aksi seperti ini sistem jemput bola. Jika menemukan hal yang ganjil, maka akan kami tertibkan,” sambungnya.

Terhadap dua PNS dan sembilan pelajar yang terjaring razia kemarin, pihaknya hanya memberi teguran dan pembinaan agar mereka tidak melakukan hal serupa. Rihel juga mengingatkan kepada pengelola karaoke agar tidak sembarangan menerima tamu, khususnya anak di bawah umur, terlebih jika masih menggunakan seragam sekolah.

“Untuk pihak pengelola karake,  jangan sembarangan menerima pelanggan yang ingin karaoke jika menggunakan seragam, apalagi pelajar. Mereka harus mengingatkan agar mereka mengganti seragamnya sebelum berkaraoke,” pintanya. (rm-47)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapolres dan Puluhan Guru Nyaris Tergilas Mobil Wako

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler