Sengitnya Final Djarum Sirnas Kepri 2017

Minggu, 10 September 2017 – 03:00 WIB
Bulutangkis. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, BATAM - Kejuaraan bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Kepri telah mencapai puncaknya.

Dalam babak final yang dilangsungkan di Gor Banda Baru Batam, Sabtu (9/9) kemarin terjadi pertandingan-pertandingan sengit yang menyuguhkan skill dan kemampuan terbaik pebulutangkis-pebulutangkis nasional ini.

BACA JUGA: PLN Batam Tak Mampu Tutupi Biaya Operasional, Begini Jadinya

Hampir sebagian partai di beberapa nomor meski dilalui melalui rubber game karena ketat dan sengitnya partai final ini.

Seperti yang terjadi di nomor Ganda Dewasa Campuran. Pasangan asal klub Mutiara Cardinal Bandung, Reinard Dhanriano-Maretha Dea sukses mempermalukan unggulan pertama asal klub Berkat Abadi Banjarmasin-Mutiara Cardinal Bandung, Tri Kusuma-Suci Rizki dengan skor 21-19, 17-21, 21-17 dalam waktu 70 menit.

BACA JUGA: Galangan Kapal Dibobol, Peralatan Senilai Rp 1 Miliar Raib

"Kita sempat bingung dengan pola permainan lawan. Soalnya kita baru pertama kali bertemu. Tapi kita main nothing to lose saja karena tak diunggulkan. Alhamdulillah malah menang," ujar Maretha Dea kepada Batam seusai laga.

Laga antar klub Djarum Kudus terjadi di nomor Ganda Remaja Putri yang mempertemukan unggulan pertama, Kelly Larissa-Shelandry Vyola dengan unggulan kedua Gity Gabriel-Sang Ayu Putu yang dimenangkan Gity Gabriel-Sang Ayu juga dengan rubber game 14-21, 21-16, 21-18 dengan durasi 53 menit.

BACA JUGA: Unggulan Teratas Lolos ke Final Djarum Sirnas Kepri 2017

Sementara itu, di nomor Tunggal Dewasa Putri. Sejak seri ketiga Djarum Sirnas Banten 2017 yang berlangsung di Cilegon bulan Juli lalu, hingga seri keenam di Batam, si "Ratu Sirnas" Hera Desi Ana Rachmawati belum juga terkalahkan.

Menghadapi wakil Guna Dharma Bandung, Mia Mawarti Utami, dihadapan publik Gor Banda Baru Batam, andalan Mutiara Cardinal Bandung itu mampu memastikan gelar keempat kalinya secara beruntun tahun ini setelah menang dengan 7-21, 21-16, dan 21-18 dalam waktu 70 menit.

Sempat kalah telak di game pertama, diakui Hera jika dirinya merasa kalah angin dan sulit untuk mengatur bola.

"Game pertama faktor lapangan yang kalah angin, jadi saya sulit sekali untuk mengatur laju bola. Akhirnya saya mengalah dulu saja di game pertama dan menyimpan tenaga untuk game selanjutnya," kata Hera usai laga.

"Di game kedua saya mau gak mau harus maksain ngambil kemenangan, soalnya lapangan menguntungkan, enak buat ngatur bola. Dan di game ketiga saya habis-habisan saja," jelasnya.

Diakui Hera, jika kemenangannya kali ini tidak disangka sebelumnya. Pasalnya, sebelum melakoni pertandingan perdana beberapa hari lalu, Hera sempat mengalami diare.

"Sebenarnya gak nyangka bisa sampai juara di sini, soalnya sebelum saya tampil pertama kali, saya terkena diare dulu dan badan saya benar-benar lemas saat itu. Tetapi hal tersebut tidak berangsur lama dan saya memaksakan untuk tetap ikut bertanding karena merasa masih mampu. Dan alhamdulillah akhirnya bisa juara," ungkap Hera.

Setelah seri keenam ini, Hera belum memastikan diri apakah bakal tampil di seri ketujuh yang akan berlangsung di Mataram akhir bulan Oktober nanti.

"Untuk selanjutnya saya belum tahun akan ikut atau tidak di seri Djarum Sirnas yang bakal berlangsung di Mataram. Semoga saja saya selalu diberikan kesehatan dan bisa ikut lagi," tutup Hera. (cr16)

BACA ARTIKEL LAINNYA... MoU PT NTB dengan SCC, Bangun Wisata Kepri Lewat Nongsa


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Sirnas 2017   Batam  

Terpopuler