Senjata Rusia yang Ini Sangat Kecil, Tetapi Mematikan

Senin, 25 April 2022 – 16:54 WIB
Salah satu suasana di Bucha, Ukraina. Foto: Oleksii Tarasevich/Handout via Reuters

jpnn.com, BUCHA - Ahli forensik dari Ukraina Vladyslav Pirovskyi mengungkapkan cara tentara Rusia menewaskan warga sipil di Bucha, salah satu kota di Oblast.

Menurut dia, puluhan warga Bucha tewas akibat panah logam berukuran kecil dari peluru yang ditembakkan pasukan Rusia.

BACA JUGA: Temui Anak Buah Erdogan, Menlu Retno Bahas G20 dan Krisis Ukraina

"Kami menemukan beberapa benda yang sangat tipis seperti paku di tubuh pria dan wanita," kata Pirovskyi seperti dilansir The Guardian pada Minggu (24/4).

Pirovskyi mengaku kesulitan menemukan peluru itu di tubuh korban karena bentuknya yang sangat kecil.

BACA JUGA: Belanda Budiman


Foto: Alessio Mamo/The Guardian

Pakar senjata independen meninjau gambar peluru logam yang ditemukan Pirovskyi.

BACA JUGA: Begini Cara Ed Sheeran Membantu Warga Ukraina

Mereka mengonfirmasi bahwa benda tersebut ialah flechette, senjata antipersonel yang banyak digunakan selama perang dunia pertama.

Anak panah logam kecil tersebut berasal dari dalam tangki atau cangkang senjata. Setiap cangkang bisa berisi hingga delapan ribu flechette.

Ahli senjata asal Inggris Neil Gibson memperhatikan foto-foto flechettes yang ditemukan pada tubuh korban.

Menurut dia, flechettes tersebut berasal dari peluru artileri 122 milimeter 3Sh1 yang digunakan pasukan Rusia.

Gibson menjelaskan senjata tersebut merupakan proyektil yang tidak biasa dan jarang terlihat.

"Ini adalah proyektik antipersonel (APERS) seri 'Sarang Lebah' milik Rusia. Senjata ini beroperasi seperti pecahan peluru, tetapi diisi dengan flechette," tutur Gibson.

Amnesti Internasional menilai flechettes tidak boleh digunakan di daerah sipil.

"Flechettes adalah senjata antipersonel yang dirancang untuk menembus vegetasi lebat dan untuk menyerang sejumlah besar tentara musuh," bunyi keterangan Amnesti Internasional.

Tentara Rusia diduga melakukan pembantaian secara brutal terhadap warga sipil di Kota Bucha, Ukraina.

Setelah menduduki Bucha, tentara Rusia diperintahkan untuk mundur dari kota tersebut pada akhir Maret lalu.

Kemudian, pasukan Ukraina melakukan penyisiran di Bucha dan mengeklaim menemukan banyak mayat warga sipil. (mc9/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kanselir Jerman Takut Perang, Rusia Bisa Tenang


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Senjata Rusia   Bucha   Rusia   Ukraina  

Terpopuler