Senpi Ilegal Renggut 4 Nyawa di Darwin

Kamis, 06 Juni 2019 – 15:33 WIB
Ilustrasi POlice line. Foto: AFP

jpnn.com, DARWIN - Sedikitnya empat orang tewas akibat penembakan di Kota Darwin, Australia, Selasa malam (4/6) waktu setempat. Polisi yang bergerak cepat berhasil membekuk pelaku. Pria 45 tahun itu ditangkap sekitar satu jam setelah beraksi. Pelaku tunggal tersebut diidentifikasi sebagai Benjamin Hoffman, penduduk asli Darwin.

Komisioner Kepolisian Northern Territory Reece Kershaw mengatakan, pelaku menggunakan senapan yang sebenarnya dilarang sejak lama. Tepatnya sejak 1997. "Ini tidak berkaitan dengan jaringan terorisme," ujarnya, sebagaimana dilansir BBC kemarin, Rabu (5/6). Hoffman bukan orang baru bagi polisi. Saat ini pun, pelaku sedang menjalani masa uji coba setelah bebas dari penjara Januari lalu.

BACA JUGA: Queensland Dikagetkan Salju di Bulan Juni

Menurut Kershaw, pelaku mendatangi empat lokasi berbeda dalam aksinya. "Dia mencari seseorang yang menurut beberapa saksi bernama Alex," terangnya. Lokasi pertama yang Hoffman datangi adalah Palms Hotel di kawasan Woolner. Di sana dia melepaskan tembakan di sejumlah kamar. Satu orang tewas dalam kejadian itu dan seorang yang lain terluka.

BACA JUGA: Penumpang Lion Air Pembawa Senpi Rakitan Ternyata Pernah Diciduk Kasus Narkoba

BACA JUGA: Amerika Serikat: Penembakan Massal Melonjak di Abad ke-21

Dari sana, Hoffman melanjutkan perjalanan ke Buff Club, Gardens Hill Crescent, dan sebuah tempat di Jolly Street. Aksinya di tiga lokasi tersebut membuat tiga nyawa melayang. "Dia juga sempat ke Peter McAulay Centre," kata Kershaw. Lokasi yang dia sebutkan itu adalah pos polisi.

Gavin Kennedy, pejabat polisi Northern Territory, menuturkan bahwa kondisi keamanan sudah kembali normal. "Warga bisa kembali beraktivitas tanpa perlu waswas," tegasnya. Sampai saat ini, pelaku masih menjalani interogasi di kantor polisi.

BACA JUGA: Mako Brimob Purwokerto Ditembaki, Petugas Piket Kena Ricochet

Sementara itu, salah seorang korban tewas diidentifikasi sebagai Hassan Baydoun. Pria 33 tahun yang berprofesi sebagai sopir taksi tersebut berasal dari Lebanon. "Ini berat. Dia adalah salah seorang kawan terbaik saya," ucap kerabat Baydoun kepada Sydney Morning Herald. Sejauh ini, identitas tiga korban tewas yang lain belum diketahui. (ama/c18/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelaku Teror Penembakan Rumah Warga saat Berbuka Puasa Akhirnya Terungkap


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler