Sepakbola dan Futsal Picu Jantung Kerja Keras

Sabtu, 05 Februari 2011 – 21:11 WIB
PENGHORMATAN TERAKHIR :Jenazah anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid atau biasa disebut Adjie Massaid mendapatkan penghormatan terakhir dalam upacara persemayaman dipimpin Ketua DPR Marzuki Alie di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Sabtu (5/2). Foto :RUNI SARI B/RAKYAT MERDEKA

MENINGGALNYA Manajer Timnas-U23 Adjie Massaid setelah main futsal, kata Dr.Ari Fahrial Syam, dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, menambah panjangnya cerita "sudden death" paska olah raga

Dijelaskan, sepak bola dan futsal memang merupakan olah raga yang membuat jantung kita akan bekerja keras

BACA JUGA: Mandi Matahari, Obat Gratis dari Tuhan

"Kadang kita harus sprint,berlari kesana-kemari dan kadang akan menimbulkan stress tertentu, apalagi kalau kita memainkan olah raga tersebut secara serius," terangnya dalam penjelasan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (5/2).

Menurut Ari, exercise yang berlebihan sendiri merupakan sesuatu keadaan yang bisa memicu serangan jantung, dan pecahnya pembuluh darah otak (stroke)
Dipaparkan, pada kondisi memang sudah ada gangguan pada pembuluh darah jantung berupa sumbatan karena aterosklerosis, sumbatan tersebut akan terlepas saat kita berolah raga keras seperti sepak bola dan futsal

BACA JUGA: Wow, Garam Bisa Buat Mandi



"Dan akan menyebabkan sumbatan ditempat lain pada pembuluh darah tersebut," ujarnya
Dipaparkan, bagi mereka yang berumur diatas 40 tahun dan tidak pernah check up apalagi dengan berbagai faktor resiko seperti umur diatas 40 tahun, obesitas, merokok, hipertensi, hiperkolesterol, hipertrigliserida DM, riwayat  keluarga dengan sakit jantung, kurang olah raga rutin dan stress, harus berpikir kembali untuk mengikuti olah raga melelahkan seperti sepak bola dan futsal

BACA JUGA: Waspada jika Ada Ruam Kupu-kupu di Wajah Anda

"Lebih baik memilih olah raga ringan saja," saran Ketua Advokasi PB PAPDI itu

Bagaimana mengenali sesuatu yang tidak beres pada tubuh kita saat olah raga? Ari menjelaskan, sebenarnya kita bisa mendeteksi kalau ada sesuatu yang tidak beres pada organ tubuh kita"Sesak nafas, lelah yang tidak seperti biasanya, nyeri di dada terutama dada kiri, nyeri di daerah ulu hati setelah melakukan aktifitas olah raga tertentu merupakan gejala yang harus kita amati dan tentu dievaluasi lebih lanjut," urainya.

Pemeriksaan lewat treadmill, lanjutnya, merupakan salah satu skrining yang bisa mengidentifikasi adanya permasalahan pada jantungPada waktu pemeriksaan treadmill, kita akan melakukan aktifitas jalan dan secara bertahap berlari, dimana aktifitas jantung akan direkam dengan EKGDia mengatakan, treadmill test merupakan salah pemeriksaan check up penting yang harus dijalankan bagi mereka yang berumur diatas 40 tahunSehingga adanya kelainan jantung dapat diidentifikasi lebih awal

"Apalagi bagi mereka yang mempunyai faktor resiko seperti, laki-laki, diatas 40 tahun, obesitas, merokok, hipertensi, hiperkolesterol, hipertrigliserida DM, riwayat keluarga dengan sakit jantung, kurang olah raga dan stress seperti yang saya sebutkan di atas," pungkas Konsultan Lambung dan Pencernaan itu(sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Awas, Remaja Terinveksi HIV sejak Usia Sekolah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler