Seperti Raffles, Charles Kagum Indonesia

Selasa, 04 November 2008 – 12:30 WIB
Pangeran Charles Philip Arthur berbicara di hadapan Presiden SBY di Istana Negara.
JAKARTA – Pada hari ketiga kunjungan kehormatannya di Indonesia, Pangeran Charles Philip Arthur George menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Merdeka Senin (3/11)The Prince of Wales itu juga memberikan ceramah tentang perubahan iklim dalam presidential lecture yang diikuti anggota Kabinet Indonesia Bersatu

BACA JUGA: Kak Seto Cari Cara Pengembalian Ulfah


Dalam sambutannya, SBY menyatakan gembira mengetahui Pangeran Charles memiliki kepedulian yang kuat dalam melindungi hutan hujan tropis selama hampir 40 tahun
’’Kita memiliki kepedulian yang sama

BACA JUGA: Paspampres Ganti Komandan

Penebangan hutan secara terus-menerus di negara maju pada 200 tahun terakhir membuat hutan hujan tropis kritis,’’ kata SBY.
Charles menyampaikan selamat kepada SBY yang sukses menyelenggarakan konferensi Climate Change di Bali akhir tahun lalu
UNFCCC di Bali, kata Charles, berhasil merintis jalan ke Kopenhagen pada 2009 dan melanjutkan Perjanjian Kyoto

BACA JUGA: KPK Mulai Endus Korupsi BLBI


Charles menilai Indonesia telah optimal dalam melakukan berbagai penyelamatan hutan hujan tropis’’Langkah-langkah itu sangat penting dan saya gembira melihat contoh-contoh yang sedang Anda lakukan saat saya mengunjungi Hutan Hujan Tropis Harapan kemarin,’’ ujar CharlesProyek Hutan Harapan merupakan gagasan CharlesSalah satu proyek itu dilaksanakan di Jambi
Selain berbicara soal hutan hujan tropis, Charles sempat memuji demokrasi di IndonesiaPria yang akan berusia 60 tahun pada 14 November nanti itu merasa kagum atas perubahan di Indonesia yang kini menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia
’’Waktu berjalan begitu cepatTernyata, 19 tahun sudah berlalu sejak saya mengunjungi negara AndaSaya telah melihat perubahan yang luar biasa yang telah terjadi selama 60 tahun sejak kemerdekaan,’’ ungkapnya
Indonesia, kata Charles, selalu membuat warga Inggris kagumMulai tokoh negarawan Sir Stamford Raffles tiba di Indonesia kali pertama pada 1811Raffles, ujar Charles, sangat banyak belajar sejarah serta adat-istiadat Jawa dan menjadi seorang pakar yang hebat’’Saya sendiri bukan seorang pakar apa punTapi, Indonesia memengaruhi hal-hal yang saya bicarakan,’’ paparnya.
Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal menambahkan, Charles dan SBY juga membahas hubungan bilateral Indonesia-InggrisTermasuk, perkembangan UK Advisory Group, yaitu kelompok tokoh-tokoh Islam Indonesia dan tokoh-tokoh Islam Inggris, untuk bertukar pikiran mengenai cara-cara terbaik mempromosikan Islam modern serta hubungan Islam dengan Barat
Ketertarikan Charles kepada Islam ditunjukkan dengan mengunjungi organisasi dan lembaga pendidikan IslamSaat awal kunjungannya, putra mahkota Kerajaan Inggris itu menyempatkan diri berdialog dengan Ketua PP Muhammadiyah Din SyamsuddinKemudian, hari ini (4/11), rencananya Charles mengunjungi Ponpes Krapyak di Jogjakarta.
SBY, kata Dino, mengapresiasi perhatian Charles yang begitu besar terhadap budaya dan sejarah IslamCharles memberikan buku kepada SBYBuku tersebut berisi proyek kerja sama antara Yayasan Pangeran Charles dengan Kerajaan Jordan untuk merestorasi mimbar Raja Saladin’’Buku itu sangat diapresiasi presiden,’’ ujar Dino(tom/iw/kim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Liberalisasi Kapitalis Runtuhkan Ekonomi Global


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler