Serap Aspirasi di Dapil, Bawa Banyak PR dari Aceh

Selasa, 05 Mei 2015 – 15:38 WIB
Nasir Djamil. Foto:ist

jpnn.com - ANGGOTA Komisi III DPR, Nasir Djamil melakoni reses penutupan masa sidang III dengan mengikuti seminar bertajuk 'Peran Pemuda Dalam Menjaga dan Merawat Perdamaian Aceh', yang digelar di Gedung STAIN Meulaboh, Selasa (5/5).

Hadir dalam seminar tersebut, ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Meulaboh, Aceh Barat dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. "Pemuda Aceh telah menghadirkan peristiwa-peristiwa besar bangsa ini. Bersama para ulama, pemuda Aceh telah membutikan bahwa satu-satunya wilayah nusantara yang tidak bisa dikuasai oleh Belanda," ujar Nasir kepada wartawan, Selasa (5/5).

BACA JUGA: Tindih Anak Orang, TJ Ditahan dan Terancam Tak Ikut Unas

Nasir mengatakan, Aceh juga memiliki sejarah konflik yang sangat panjang. Ribuan rakyat tewas dalam perang. Ekonomi hancur, tatanan sosial kacau, mental dan psikologi masyarakat drop. Tak hanya soal konflik, tahun 2004 tsunami melanda Aceh. 

Pasca tsunami inilah merupakan titik awal dari resolusi konflik dan secercah harapan damai muncul. Pada akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 2005 ditandatangani MOU antara pemerintah RI dan GAM di Helsinki Finlandia dan Aceh pun damai.

BACA JUGA: Nyolong Telur, Pria Stres Dihajar Pedagang

"Saat ini Aceh sudah damai setelah berhasil melewati sejarah yang panjang yang penuh dinamika bagi masyarakatnya. Pemuda Aceh, harus mampu menjaga anugerah perdamaian ini yang begitu mahal ini,"cetusnya.

"Memelihara perdamaian Aceh yang sudah terbentuk ini merupakan harga mati dan kewajiban semua pihak termasuk Pemuda Aceh," imbuhnya. 

BACA JUGA: 400 PNS Setda Kota Cirebon Belum Terima Gaji

Sebelum mengikuti seminar, Nasir juga bertemu dengan sekitar seratus tokoh masyarakat, pemuda dan kader Partai Keadilan Sejahtera di Hotel Kana, Calang, Aceh Jaya, Senin (4/5).

Dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh menyampaikan berbagai aspirasi terkait persoalan yang selama ini mendera kehidupan masyarakat khususnya yang berada di Kabupaten Aceh Jaya.

"BBM naik, harga sembako naik tapi pendapatan masyarakat turun," keluh salah seorang tokoh asal Calang, Adiansyah dalam pertemuan tersebut.

Tak hanya itu, Adiansyah yang juga petani karet ini memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada Nasir Djamil agar menyampaikan kepada koleganya di DPR dan pemerintah untuk memperhatikan petani karet, khususnya di daerah pemilihan (dapil) nya ini. 

"Perjuangkan penurunkan harga komuditas atau naikkan harga barang produk masyarakat. Saat ini hidup kami juga makin berat ketika harga karet turun. Kami berharap pak Nasir Djamil menyampaikannya ke pusat agar harga karet ini naik kembali," ujarnya.

Nasir Djamil. Foto: dok/JPNN.com

Sementara itu Rojali menyoroti persoalan narkoba di wilayah Kabupaten Aceh Jaya. Menurutnya, Aceh sudah masuk ke dalam Darurat narkoba. Sejumlah kasus pelanggaran hukum yang terjadi akhir ini didominasi oleh kasus narkoba.

"Kasus hukum yang terjadi disini mayoritas kasus narkoba, itu bisa dilihat dari tahanan yang berada di polsek wilayah Aceh Jaya. Belum lagi kasus sipir yang terlibat dalam peredaran narkoba dalam penjara," katanya.

Rojali berharap, para anggota legislatif baik di daerah maupun dipusat memikirkan persoalan ini. Sebab, jika ini dibiarkan akan mengancam kehidupan di Aceh khususnya di Aceh Jaya. 

Menanggapi hal ini pria yang akrab disapa Bang Endje ini memahami kehidupan masyarakat yang berat ini. Nasir mengungkapkan kabinet kerja Pemerintahan Jokowi hingga saat ini belum bekerja maksimal menyikapi persoalan rakyat.

"Kenaikan sembako dan BBM ini memang telah memberikan dampak kepada masyarakat, kita harapkan tak lama lagi pemerintahan ini akan mengubah kebijakannya sehingga beban masyarakat berkurang," tandasnya.

Terkait persoalan narkoba, Nasir menjelaskan bahwa untuk menjawab persoalan tersebut tak cukup dengan pendekatan hukum saja namun ada hal lain yang juga harus dilakukan. "Kita harus melakukan pendekatan sosial dan budaya. Persoalan ini bukan hanya persoalan pemerintah tapi ini merupakan persoalan bersama," tuturnya.

Nasir meminta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda harus juga ikut melakukan langkah konkret dalam persoalan narkoba ini. "Saya yakin, kalau semua sinergis, penyelesaian secara hukum, sosial dan budaya menyatu, persoalan narkoba di Aceh akan selesai," pungkasnya. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bermain di Sumur, Balita Ditemukan Mengambang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler