Serena Raup Rp 131 M Musim Ini

Menang atas Li Na dalam Final WTA Championships

Selasa, 29 Oktober 2013 – 05:35 WIB

jpnn.com - ISTANBUL - Serena Williams kian menegaskan dominasinya di tenis putri dunia musim ini. Kemenangannya atas Li Na 2-6, 6-3, 6-0 dalam final WTA Championships di Istanbul, Turki, kemarin, membuatnya melengkapi musim dominannya.

Total, dia telah mengoleksi 11 gelar sepanjang 2013. Petenis asal Amerika Serikat itu hingga saat ini telah mencatat rekor 74 kemenanan dan empat kekalahan. Itu merupakan persentase kemenangan terhebat di tenis putri sejak Steffi Graf pada 1989.

BACA JUGA: Ditekuk Parma, Milan Desak Wasit Minta Maaf

Di antara 11 gelarnya, dua grand slam direbutnya, yakni Prancis Terbuka dan AS Terbuka. Jadi, layaklah dia sekarang menjadi petenis nomor satu dunia, sekaligus menjadi petenis paling tua yang berada di ranking satu pada usia 32 tahun.

Sukses itu juga membuat pundi-pundi uang Serena semakin menggelembung. Dia mampu mengumpulkan USD 12,4 juta atau setara Rp 131 miliar. Itu ketiga terbesar dalam sejarah tenis. Hanya ada tiga pemain yang pernah melebihi USD 10 juta (Rp 105 miliar) pertahun dan semuanya putra, yakni Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic.

BACA JUGA: Rodgers Sebut Liverpool Rumah Luis Suarez

Tahun lalu, di tenis putri dunia, Victoria Azarenka menjadi pengumpul uang terbanyak. Itu pun "hanya" USD 7,9 juta (Rp 83,5 miliar). Sebelum dipecahkan Azarenka, belum ada petenis putri yang mampu mencapai penghasilan lebih dari USD 7 juta (Rp 73,9 miliar) selama setahun. Nah, Serena kini berada pada level yang berbeda.

Kalau dibandingkan dengan tenis putra, memang masih kalah. Musim lalu, Djokovic mampu menghasilkan USD 12,8 juta (Rp 135 miliar) alias hanya bertambah USD 2 juta dibandingkan dua musim lalu.

BACA JUGA: Dihukum Dua Penalti, Pro Duta Jawara

Terlepas dari penghasilan Serena yang melimpah musim ini, dia memang sedang on fire. "Ini merupakan tahun yang hebat buat saya. Saya sangat senang mampu mencapainya," jelas Serena, seperti dikutip AFP.

Sepanjang penampilannya di WTA Championships, Serena sempat mengalami kesulitan dalam semifinal ketika menghadapi Jelena Jankovic. Melawan Li Na, Serena sempat kesulitan pada game pertama. Tapi kemudian dia membantai Li Na pada game terakhir.

"Serena menyadari dia melakukan beberapa kesalahan. Itu kombinasi dari banyak hal. Dia kelelahan dan Li Na memang menyulitkan," Patrick Mouratoglou, pelatih Serena.

Bagi Li Na, melaju ke final membantunya naik ke peringkat ketiga dunia. Dengan begitu, dia menjadi petenis putri Asia yang pernah meraih ranking tertinggi.

"Saya pikir, saya telah membuktikan kerja keras. Setelah separo game kedua, saya merasa sedikit kelelahan," kata Li Na. (ham)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mourinho Kritik Jadwal Piala Capital One


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler