Serina Tiap Hari Bercinta, setelah Putus Berbadan Dua

Sabtu, 10 Maret 2018 – 22:52 WIB
DIRAWAT: Kadek Serina yang diduga membuang bayinya sendiri saat sedang dirawat di BRSU Tabanan, Kamis (8/3). Foto: Dewa Rastana/Bali Express

jpnn.com, TABANAN - Ibu muda bernama Kadek Serina (21) kini harus berurusan dengan kepolisian di Tabanan, Bali. Dia ketahuan sebagai pembuang bayi di depan kamar seorang pemuda bernama I Putu Alit Martawan (31) di Banjar Cau Belayu, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan belum lama ini.

Serina kini menjalani perawatan di RSUD Tabanan. Sebab, warga asal Seririt, Singaraja itu mengalami pendarahan pasca-melahirkan bayi hasil hubungannya dengan Martawan.

BACA JUGA: Istimewa, Bandara I Gusti Ngurah Rai Terbaik di Dunia

Kasubid Pelayanan Medik BRSU Tabanan dr. I Gede Sudiarta mengatakan, Serina dibawa ke rumah sakit milik pemerintah daerah itu Rabu (7/3) sekitar pukul 20.10 waktu Indonesia tengah (WITA).

Serina diantar oleh kepolisian. Dia lantas menjalani visum dan mendapatkan perawatan dari tim medis.

BACA JUGA: Mayat Bayi Terapung di Bengawan Solo

Sudiarta menuturkan, Serina melahirkan pada Selasa lalu (6/3) tanpa bantuan medis. “Sehingga tidak menyadari bahwa dirinya mengalami pendarahan," ungkapnya.

Berdasar pemeriksaan tim medis, Serina mengalami robekan pada jalan lahir yang cukup luas sehingga mengalami pendarahan yang cukup parah. Dia juga mengalami anemia akibat kekurangan darah.

BACA JUGA: Sejak Kapan Pulau Bali jadi Primadona Wisata Dunia?

"Robek yang dialami pasien cukup luas itu grade III lalu sudah dijahit dan setelah dicek hemoglobin-nya juga hanya 6,09 desiliter sehingga mengalami anemia akibat kekurangan darah. Sedangkan idealnya sehabis melahirkan HB-nya itu di atas 10 dl," papar dr Sudiarta.

Karena itu, tim medis BRSU Tabanan melakukan transfusi darah ke tubuh Serina. "Kondisinya cukup stabil dan dirawat di ruang Kemuning juga dengan penjagaan aparat kepolisian," tuturnya.

Serina yang masih terbaring lemas mengatakan, pada Selasa lalu (6/3) dia merasakan nyeri pada perutnya sepulang bekerja sekitar pukul 17.00. Dia lantas mendatangi rumah tetangganya di Jalan Pulau Batanta, Denpasar untuk beristirahat.

Namun, sekitar pukul 20.30 dari kemaluannya keluar cairan. Hingga akhirnya bayi di dalam kandungannya lahir.

Serina nekat memotong tali pusar bayinya dan menjepitnya dengan penjepit rambut. Selanjutnya, dia bergegas ke Banjar Dinas Cau Belayu, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan dan meletakkan bayinya di depan kamar mantan kekasihnya.

"Waktu pacaran memang pernah diajak ke rumahnya," ujarnya.

Serina mengaku nekat meletakkan bayinya di depan pintu kamar mantan kekasihnya agar Martawan mau bertanggung jawab. Menurutnya, ia menjalin kasih dengan Martawan selama setahun, namun putus sekitar 4 bulan yang lalu.

Berdasar penuturan Serina, dia memutuskan hubungannya dengan Martawan lantaran tak kuat lagi diajak bercinta setiap hari. Sayangnya, dia baru mengetahui berbadan dua setelah putus.

Serina justru menolak ajakan kekasihnya untuk menikah. "Sempat diajak menikah, tetapi saya baru 21 umurnya dia sudah 31," imbuhnya.

Kapolsek Marga AKP I Wayan Sudita mengatakan, pihaknya masih menunggu kondisi Serina membaik. Nantinya, proses hukum akan dilanjutkan jika Serina sudah keluar dari rumah sakit.

“Sang ibu tetap sebagai tersangka pembuangan bayi, sehingga proses hukum tetap berjalan namun menunggu kondisinya membaik,” paparnya. Jerat untuk Serina adalah Pasal 308 KUHP tentang pembuangan bayi yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara.(bx/ras/yes/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Fakta soal Eks Pramugari Garuda Pemakai Narkoba


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler