Setelah Topan Nesat, Nalgae Sikat Filipina

Banyak Warga Terjebak Banjir, 59 Orang Tewas

Senin, 03 Oktober 2011 – 08:48 WIB

MANILA - Badai tropis kembali melanda Filipina Sabtu lalu (1/10)Setelah Topan Nesat pada pekan lalu menelan banyak korban, giliran Topan Nalgae memorak-porandakan pesisir timur laut negara yang dipimpin Presiden Benigno "Nonoy" Aquino III tersebut

BACA JUGA: Ribuan Rudal Bekas Rezim Kadhafi Hilang

Tepatnya, Provinsi Isabela
Tiga orang tewas dan sekitar 28 yang lain hilang akibat amukan badai kedua setelah Topan Nesat tersebut

BACA JUGA: Tabrak Komidi Putar, Nyaris Celakai Dua Bocah


 
Hingga kemarin (2/10), tim penyelamat masih kesulitan melakukan evakuasi di lokasi bencana yang berada di Pulau Luzon tersebut
Seperti Topan Nesat, badai kali ini juga mengakibatkan banjir di mana-mana

BACA JUGA: Castro Ejek Obama Bodoh

Tim penyelamat terpaksa memencar dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendistribusikan bantuan air minum dan makanan kepada ratusan warga yang terjebak di atap-atap rumah
 
Selain terhambat genangan banjir, karakteristik medan di utara Filipina yang bergunung-gunung menjadi kendalaApalagi, dampak Topan Nesat yang beberapa waktu lalu merenggut nyawa 56 orang belum berakhirInfrastruktur yang rusak dan belum sempat diperbaiki membuat tim penyelamat kesulitan melakukan evakuasi atau mencari warga yang hilang
 
Hingga kemarin, dua badai tropis yang melanda Filipina tersebut sudah menewaskan 59 orangNoynoy prihatin atas tingginya angka kematian akibat badai tersebutApalagi, pemerintah sudah melakukan langkah preventif, termasuk menginstruksikan evakuasi warga"Saya telah mengimbau kepada pemerintah setempat untuk melakukan pendekatan kepada warga agar mau meninggalkan rumah mereka," ungkapnya
 
Keengganan warga untuk meninggalkan tempat tinggal mereka, menurut Kepala Kantor Pertahanan Sipil Benito Ramos, menjadi penyebab utama jatuhnya banyak korban jiwa"Kami prihatin melihat masih banyaknya warga yang nekat bertahan di lokasi bencanaBahkan, saat ini, sebagian besar warga masih memilih bertahan di rumah mereka yang terendam banjir," sesalnya
 
Kemarin sore badai dilaporkan mulai meninggalkan pesisir timur luat Filipina"Topan Nalgae bergerak ke Laut Cina Selatan dan menuju selatan Tiongkok Minggu sore ini (kemarin sore, Red) dengan kecepatan 120 kilometer per jam," kata Badan Meteorologi Filipina dalam keterangan kemarinTetapi, banjir yang menjadi dampak ikutan badai tropis itu dipredikai masih akan bertahan Filipina
 
Terpisah, kemarin Badan Meteorologi Tiongkok (NMC) juga telah memerintahkan warga di kawasan selatan negeri itu untuk waspadaSelama tiga hari ke depan, hujan deras diperkirakan akan mengguyur wilayah tersebut"Kami mengimbau warga yang tinggal di ujung selatan Pulau Hainan dan sebelah timur Taiwan untuk tak meninggalkan rumah masing-masing," terang jubir NMC seperti dilansir Kantor Berita Xinhua(AFP/AP/hep/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mengaku Anak Soekarno, Tipu Rp 15 M


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler