Setiap Hari Didatangi Polisi dan Tentara Kerana Banyak Terorisnya

Selasa, 19 Januari 2016 – 12:59 WIB
Ilustrasi. FOTO: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com - SEJUMLAH lembaga pemasyarakatan melipat gandakan pengamanannya pascateror bom yang terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta pekan lalu. Salah satunya yang mengetatkan keamanannya adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Pamekasan. Sebab, di sana terdapat tujuh narapidana (napi) kasus terorisme. 

Selain menambah petugas jaga, pihak lapas memasang kamera pengintai atau close circuit television(CCTV) di blok F yang dihuni tujuh napi kasus terorisme.

BACA JUGA: Arogan, Polisi Tak Sekadar Menodongkan Pistol ke Ibu-ibu

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Pamekasan Isnawan menyatakan, pihaknya kini terus meningkatkan kewaspadaan pasca-aksi teror di Jakarta. 

Jika sebelumnya blok F hanya dijaga dua petugas, mulai kemarin petugas penjaga ditambah menjadi enam orang lengkap dengan CCTV. Dengan begitu, kegiatan napi kasus terorisme di halaman blok F terpantau.

BACA JUGA: Pecah! Dua Kubu Rebutan Lahan Parkir, Ada Suara Tembakan...

''Saat ini blok F memiliki empat kamar. Ada kamar yang dihuni dua napi teroris. Ada juga kamar hanya yang dihuni satu napi,'' katanya kemarin (18/1).

Bukan hanya itu, pihak lapas juga meminta bantuan polres dan kodim untuk tambahan pengamanan secara terbuka dan tertutup. Pengamanan terbuka khusus aparat yang menggunakan seragam lengkap dengan senjata. Untuk pengamanan tertutup, aparat tidak menggunakan seragam resmi. ''Biasanya intel,'' ucapnya.

BACA JUGA: Jadi Pengantar Makanan, Pria Ini Dirindukan Tahanan

Ada empat petugas yang dikirim polres dan kodim ke lapas. ''Petugas dari polres dan kodim datang setiap hari untuk menyambangi lapas. Sebab, di Lapas Pamekasan banyak napi terorisnya,'' jelas Isnawan.

Dia menuturkan, tujuh napi kasus terorisme tersebut merupakan pindahan dari Mabes Polri, Lapas Makassar, Lapas Solo, Lapas Porong, dan Lapas Ambon. Sejauh ini, para napi itu lebih banyak mengaji dan mayoritas diam di dalam lapas.

''Berbagai pendekatan dan pembinaan sudah kami lakukan. Namun, doktrin yang mereka percayai sangat kuat. Mereka tidak mengakui NKRI. Itu kesulitan kami,'' ujarnya. (daf/hud/dwi/mas) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasihan, Rumah Tujuh Kepala Keluarga Ini Hangus Dalam 20 Menit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler