Setoran Daerah PTFI Rp 3,35 Triliun Bisa Perkuat Infrastruktur Dasar Papua Tengah

Kamis, 18 April 2024 – 08:51 WIB
PTFI bersama pemerintah Kabupaten Mimika mendirikan Rumah Sakit Waa Banti yang berlokasi di Distrik Tembagapura. Ilustrasi: dok MIND ID

jpnn.com, JAKARTA - Rektor Universitas Cenderawasih (UNCEN) Dr. Oscar Oswald O Wambrauw, S.E., M.Sc.agr menilai setoran ke daerah atas keuntungan bersih PT Freeport Indonesia (PTFI) 2023 sekitar Rp 3,35 triliun di wilayah operasional perusahaan itu bisa memperkuat infrastruktur dasar daerah.

“Dana kontribusi PTFI ke daerah sangat besar dan harus dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Oscar dikutip, Kamis (18/4).

BACA JUGA: Rayakan HUT ke-57, PTFI Gelar Operasi Katarak Gratis di Mimika

Saat ini, kata Oscar, kabupaten-kabupaten di Provinsi Papua Tengah belum mempunyai fasilitas pelayanan dasar yang memadai, misalnya fasilitas kesehatan dan infrastruktur transportasi seperti bandara.

Akibatnya, masyarakat harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Karenanya, pembangunan rumah sakit dan dan lapangan terbang sangat penting. Selain membuka akses keterisolasian juga untuk meningkatkan kualitas layanan publik di Papua Tengah dan Mimika.

BACA JUGA: Akhir Ramadan 2024, PTFI Gelar Buka Bersama dengan 1.000 Anak Yatim dan Duafa

Diketahui PTFI telah menyetorkan bagian daerah atas keuntungan bersih 2023 sekitar Rp3,35 triliun. Kabupaten penghasil yaitu Kabupaten Mimika menerima sekitar Rp 1,4 triliun dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendapatkan sekitar Rp 839 miliar. Sedangkan kabupaten lain di Papua Tengah yang terdiri dari Kabupaten Puncak Jaya, Paniai, Nabire, Puncak, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya masing-masing mendapatkan sekitar Rp 160 miliar.

Menurut Oscar, pemanfaatan dana kontribusi PTFI ini tidak boleh digunakan secara serampangan tanpa arah yang jelas. Sebaliknya, kata dia, pemanfaatannya harus fokus dan sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Selain kebutuhan dasar, Oscar menyarankan pemerintah daerah harus memprioritaskannya, termasuk pembangunan sarana pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua.

“Yang penting, dua agenda pembangunan tersebut sudah selaras dengan program pemerintah daerah dalam rangka memberikan peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat,” katanya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti mengatakan dana kontribusi PTFI harus dikelola transparan dan akuntabel oleh Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Mimika.

Oleh karena itu, apa pun bentuk programnya harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan begitu, dana kontribusi tersebut akan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena, sejak awal mulai dari perencanaan, pengelolaan, dan monitoringnya, melibatkan peran serta dari masyarakat,” kata Esther.

Sebelumnya Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan setoran bagian daerah atas keuntungan bersih PTFI merupakan? bentuk komitmen PTFI ?memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Tony berharap dana kontribusi PTFI dapat mendukung program pembangunan di Papua Tengah dan Kabupaten Mimika.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler