Shamima Pernah Ikut ISIS, Kini Lepas Jilbab, Penampilannya Begini

Kamis, 16 September 2021 – 07:07 WIB
Shamima Begum di perkemahan pengungsi di Suriah saat melakukan wawancara jarak jauh dengan Good Morning Britain. Foto: Good Morning Britain

jpnn.com, LONDON - Shamima Begum kembali jadi sorotan di Inggris. Perempuan berusia 22 tahun itu muncul di televisi dan terlihat berbeda.

Saat masih berusia 15 tahun, cewek asal London Timur itu meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Ada anggota ISIS asal Belanda, Yago Riedijk, yang menikahinya.

BACA JUGA: Jadi Gubernur, Komandan Tempor Taliban Ini Langsung Buru ISIS

Selama menjadi bagian dari ISIS itulah Shamima selalu berjilbab. Namun, dia terlunta-lunta saat berada di tengah-tengah kelompok militan bersenjata itu.

Wanita keturunan imigran Bangladesh itu pernah tiga kali mengandung. Semua bayinya meninggal dunia.

BACA JUGA: Inggris Cabut Kewarganegaraan Pengantin ISIS Shamima Begum

Di bawah ISIS, Shamima menyandang senapan Kalashnikov dan menjadi polisi penegak moral. Dia juga pernah menjadi perekrut para perempuan muda bagi ISIS.

Pada 13 Februari 2019, koresponden The Times Anthony Loyd menemukan Shamima di perkemahan pengungsi al-Hawl di sebelah utara Suriah.

BACA JUGA: Shamima Begum Juga Bukan Warga Negara Bangladesh

Namun, pada saat bersamaan pemerintah Inggris mencabut status kewarganegaraan Shamima dan tak akan mengizinkannya pulang kampung.

Kini, Shamima muncul dengan penampilan lain. Dia tak lagi berjilbab, mengenakan singlet, bertopi, dan membiarkan rambutnya terurai.

Untuk kali pertama, Shamima tampil di televisi melalui program Good Morning Britain, Rabu (15/9). Posisinya masih di Suriah.

Dia sangat berharap bisa kembali ke Inggris. Dalam wawancara itu, Shamima sudah tak mau lagi bergabung dengan ISIS.

“Lebih baik saya mati mati ketimbang kembali ke ISIS,” ujarnya.

Menurut Shamima, dirinya merupakan korban. “Saya dipersiapkan, dimanfaatkan, dimanipulasi untuk datang (ke ISIS, red),” tuturnya.

Sebelum bergabung dengan ISIS, Shamima dicekoki berbagai informasi di internet oleh para simpatisan kelompok pengusung ideologi khilafah itu.

“Orang-orang ISIS memberitahu bahwa saya tak bisa menjadi muslim yang baik di Inggris,” katanya.

Kini, Shamima ngebet kembali ke Inggris untuk memperjuangkan haknya melalui pengadilan. Dia mengaku tak melakukan apa pun saat bergabung dengan ISIS selain menjadi ibu seorang ibu dan istri.

Dia menyebut pemerintah Inggris tak bisa menjeratnya. “Tidak ada bukti karena tidak pernah terjadi apa-apa,” tegasnya.

Pemandu acara Good Morning Britain, Richard Madeley dan Susanna Reid, melontarkan pertanyaan apakah Shamima bakal meminta pengampunan.

Shamima menyadari bahwa sangat sulit bagi masyarakat Inggris yang ketakutan dengan ISIS bakal mau memaafkannya. Menurutnya, banyak warga Inggris yang kehilangan orang-orang terkasih karena ISIS.

Namun, Shamima juga mengaku ketakutan dengan ISIS. “Saya juga kehilangan orang-orang terkasih karena ISIS, jadi, saya bisa bersimpati dengan mereka dengan cara itu,” katanya.(The SUN/Daily Star/jpnn)


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Shamima Begum   Inggris   ISIS   Suriah  

Terpopuler