JAKARTA - Partai Demokrat terus mendekati PDIP untuk menjadi bagian dari koalisiTiga pos menteri akan diserahkan ke PDIP jika mau menjadi pendukung pemerintah
BACA JUGA: Sempat Kucing-kucingan, Ical Akhirnya Jumpa SBY
Masing-masing, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Menteri Sosial (Mensos) dan Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN)"Akan ada penajaman kebijakan dengan bergabungnya PDIP
BACA JUGA: Demokrat Pastikan Keluarkan PKS dari Koalisi
Tiga pos menteri layak untuk dijabat, Menko Kesra, Mensos, dan Menteri BUMN," kata Ketua Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat, Ikhsan Modjo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/3)Bagi Partai Demokrat, kata Ikhsan, PDIP sangat penting berada dalam satu koalisi karena mempunyai kesamaan ideologis dengan mengedepankan kepentingan rakyat
BACA JUGA: Isu Reshuffle untuk Tenggelamkan Mafia Pajak?
Karenanya, tiga pos menteri yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat akan diamanahkan kepada kader PDIP"Esensi dari program kerakyatan ada KUR (Kredit Usaha Rakyat), BLT (Bantuan Langsung Tunai) pada dasarnya sama," katanyaMenurut Sekretaris Departemen Perlindungan HAM DPP Partai Demokrat, Rachlan Nasidik, bergabungnya PDIP akan mengatasi krisis kemajemukan bangsa yang terjadi saat iniIa mencontohkan peristiwa kasus kekerasan yang terjadi di Cikeusik dan di Pasuruan
"Kita membutuhkan pemerintah yang nasionalis dan Islam inklusif khususnya dalam konteks mengatasi ancaman kemajemukanKita tidak bisa bekerja sendirian," katanya
Pada kesempatan yang sama, Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdallah mengatakan keikutsertaan PDIP dalam koalisi mendatang tentunya akan mengakibatkan reshuffle kabinetHanya saja kata dia, reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukanlah sekadar taktik, melainkan teknik untuk mengabdi kepada cita-cita negara nasional yang melindungi semua golongan, tanpa diskriminasi
Ulil menjelaskan, salah satu tantangan saat ini adalah kebhinekaanDengan bergabungnya PDIP, Ia meyakini Megawati Soekarnoputri sebagai putri proklamator Republik Indonesia akan mampu meneruskan prinsip negara yang diletakkan Soekarno untuk melindungi semua orang dan golongan, agama serta kepercayaan dan paham apapun(awa/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Tifatul: Ini Bukan Musimnya Mencabut
Redaktur : Tim Redaksi