Siap Jadi Tuan Rumah G20, Kemendikbudristek Bakal Ajukan 2 Usulan Bidang Budaya

Senin, 12 September 2022 – 13:07 WIB
Ananto dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar, Kamis (8/9). Foto: Kemendikbudristek

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) siap menyelenggarakan pertemuan para Menteri bidang kebudayaan (Culture’s Minister Meeting).

Adapun Culture’s Minister Meeting merupakan bagian dari rangkaian Presidensi Indonesia dalam G20 yang akan diselenggarakan di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 12 – 13 September 2022.

BACA JUGA: Bangkit 2022: Kemendikbudristek & Google Meluluskan 2.517 Talenta Digital

Koordinator G20 Bidang Kebudayaan, Ananto Kusuma Seta mengatakan penyelenggaraan Presidensi G20 Culture’s Minister Meeting berbeda dengan pertemuan pada umumnya.

Menteri di bidang kebudayaan akan duduk bersama membahas pemulihan dan penguatan kebudayaan untuk kehidupan berkelanjutan.

BACA JUGA: Bamsoet Dorong Kemendikbudristek Dukung Hatta Memorial Heritage Virtual

Hal itu disampaikan Ananto dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar, Kamis (8/9).

“Dunia menyadari untuk menyelesaikan permasalahan dunia tidak hanya berbasis ilmu dan teknologi, tetapi terasa kurang lengkap tanpa menghadirkan sisi kebudayaan,” ungkap Ananto.

BACA JUGA: Nadiem Makarim Pastikan Kesejahteraan Guru Prioritas Utama Kemendikbudristek 

Menurutnya, Indonesia hendak menawarkan sesuatu yang baru kepada dunia.

Sebab, berbagai negara anggota G20 telah menunjukkan komitmennya untuk hadir secara fisik di Borobudur untuk diskusi bersama mengenai pengembangan kebudayaan berkelanjutan.

“G20 bukan hanya para Menteri duduk di ruang sidang, tetapi ditampilkan pula pertunjukan kebudayaan sebagai perwujudan misi kebudayaan Indonesia kepada dunia,” imbuh Ananto.

Kemendikbudristek juga akan menawarkan langkah konkret dalam G20 bidang kebudayaan, yakni inisiasi Indonesia yaitu Dana Global Pemulihan Seni dan Budaya (Global Art and Culture Recovery Fund).

“Selain itu, Indonesia mendorong adanya persepsi bersama yaitu urusan kebudayaan menjadi urusan bersama, bukan hanya urusan individu, sehingga pendekatan kebudayaan bersifat multi disiplin ilmu,” jelas Ananto seraya memohon doa restu dari masyarakat Indonesia agar pelaksanaan pertemuan G20 bidang kebudayaan yang akan berlangsung di Candi Borobudur tersebut berlangsung sukses.

Ruwatan Bumi dan Festival Indonesia Bertutur

Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Ahmad Mahendra menjelaskan saat ini diperlukan kearifan lokal berbasis budaya untuk hidup bersanding dengan alam.

“Kebudayaan muncul karena adanya adaptasi manusia dengan alam. Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak kearifan lokal menawarkan berbagai ragam upaya mempromosikan kebudayaan untuk kehidupan berkelanjutan,” jelasnya.

Di dalam pertemuan G20 bidang kebudayaan juga akan dilangsungkan ritual Ruwatan Bumi, ritual yang menyiratkan pesan kepada umat manusia untuk menjaga bumi, tempat bernaungnya berbagai makhluk hidup.

"Ruwatan Bumi menjadi bagian penting karena tidak hanya melibatkan masyarakat adat di sekitar Borobudur namun juga masyarakat adat di seluruh Indonesia. Di dalam Ruwatan Bumi tersebut akan dipanjatkan doa-doa dari Indonesia untuk dunia,” kata Mahendra.

Selain itu, Kemendikbudristek akan mendorong Festival Indonesia Bertutur 2022 yang bertepatan dengan pertemuan menteri kebudayaan G20 dengan tema "Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan".

Kemendikbudristek berharap masyarakat dapat memaknai kembali dan memahami hubungan antara peristiwa yang terjadi di masa lalu dalam konteks masa sekarang dan masa mendatang.

"Karya-karya tersebut akan memberikan pengalaman hasil narasi dan inspirasi dari cagar budaya yang disesuaikan dengan konteks saat ini,” tutur Ahmad Mahendra.

Festival Indonesia Bertutur 2022 akan menarasikan 20 Cagar Budaya/Situs dari masa prasejarah Majapahit, di mana cagar budaya tersebut dapat ditarik sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat. Cagar budaya tersebut yaitu Sangiran, Liang Bua, Leang-Leang, Gugus Misool (Raja Ampat), Sangkulirang, Lore Lindu, Kutai, Tarumanegara, Kompleks Dieng, Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Prambanan, Candi Gunung Kawi, Muara Takus, Muaro Jambi, Candi Jago, Candi Singosari, Trowulan, dan Candi Bahal. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler