Siap-Siap Dampak Perang Rusia-Ukraina Pada Ekspor Batu Bara

Jumat, 04 Maret 2022 – 09:53 WIB
Pengamat maritim Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa dunia maritim dan laut Indonesia harus bersiap soal dampak perang Rusia-Ukraina. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat maritim Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa mengatakan konflik antara Rusia dan Ukraina tak selamanya membawa dampak buruk bagi Indonesia.

Menurutnya, justru dunia maritim dan laut Indonesia bisa bersiap untuk kemungkinan dampak positifnya.

BACA JUGA: Awas! Jangan Sepelekan Dampak Perang Rusia-Ukraina Bagi Indonesia

Pasalnya, jika konflik itu berujung pada penutupan jalur minyak dan gas yang menuju negara-negara Uni Eropa serta sanksi ekonomi, otomatis kegiatan ekspor batu bara Rusia menjadi terhambat.

"Terlepas dari itu, kami tidak mendukung sama sekali adanya perang di dunia ini. Namun, konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina ini dapat memberi dampak positif bagi dunia kemaritiman Indonesia," ungkapnya kepada JPNN.com, Jumat (3/3).

BACA JUGA: Indef Meramal Ekonomi Indonesia Bisa Turun Gegara Ini, Waspada!

Hekeng menilai beberapa hal yang mungkin terjadi, seperti naiknya kebutuhan distribusi BBM, gas dan batu bara ke Eropa serta China.

"Itu akan meningkatkan kebutuhan pelaut yang akan bekerja di atas kapal di mana tentunya pelaut Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, jika terjadi penutupan jalur pipa gas, maka kemungkinan Indonesia dengan menjadi pemasok kebutuhan gas pengganti.

"Pastinya akan ada kebutuhan pengganti dari kebutuhan gas yang dipasok oleh Rusia ke negara Uni Eropa karena 30 persen total kebutuhan gas Uni Eropa dipenuhi dari Rusia yang pengirimannya dilakukan melalui jalur pipa," kata Hakeng.

Hekeng juga menilai jika ada gangguan pasokan batu bara tentunya akan ada alternatif lain untuk memasok kebutuhan dari Rusia untuk China.

"Di sini kita bisa berperan dalam distribusi crude oil, batu bara ataupun LNG. Jadi, harusnya kita bersiap, baik dari sisi komoditasnya maupun kapal-kapal pengangkutannya," tegas Cap. Hakeng.

Capt. Hakeng yang juga pendiri dan pengurus dari perkumpulan Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI) mendorong pihak Indonesian National Shipowners Association (INSA) untuk dapat melihat dan memanfaatkan peluang ini.

Apalagi, menurutnya, pengusaha batu bara Indonesia berpeluang melakukan perdagangan batu bara dengan Italia atau negara eropa lainnya.

"Indonesia tercatat sebagai negara keempat di dunia sebagai pengekspor batu bara," ucap Capt. Hakeng yang pernah menjadi Nahkoda di atas Kapal-kapal super tanker milik PT Pertamina itu.

Dengan begitu, ucap Hekeng, secara tidak langsung akan menghidupkan pula bisnis pengangkutan kapal batu bara.

Kendati demikian, Hekeng mengingatkan kepada pemerintah, pemilik kapal, serta biro-biro penempatan tenaga kerja pelaut juga mengantisipasi resiko Ketika kapal melewati area War Risk Zone (WRZ) pada perang Rusia-Ukraina.(mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robia
Reporter : Wenti Ayu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler