Siapkan Agenda Demo 2 Desember, Rachmawati Kerja Sama dengan FPI

Minggu, 20 November 2016 – 17:32 WIB
Rachmawati Soekarnoputri. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Rachmawati Soekarnoputri memastikan sejumlah tokoh nasionalis akan ikut turun ke jalan dalam Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016.

Dijelaskan Rcahmawati, dalam aksi yang akan digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu, sejumlah tokoh nasional tidak hanya menyoroti soal dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahajat Purnama alias Ahok.

BACA JUGA: Kata Ara, Jokowi Juga Bisa Kumpulkan 1 Juta Massa di Monas

Tapi, akan disuarakan masalah Ahok yang menjadi agen kepentingan asing dan berlangsungnya struktur kolonialisme di ibukota.

"Harapan saya, kita secara serius melakukan konsolidasi untuk melakukan suatu aksi menyatakan sikap. Saya nanti akan coba, merekap kegiatan yang perlu dilakukan, bekerja sama dengan FPI menyikapi acara tanggal 2 nanti. Siapa tahu ada yang bisa memberikan usulan, melakukan class action," kata Rachma dalam acara konsolidasi tokoh nasionalis bertajuk "Kembali ke Kiblat Bangsa" di Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta, Minggu (20/11).

BACA JUGA: Kapolri Sebut Ulama Punya Peran Penting Menjaga Persatuan NKRI

"Harapan saya, kita secara serius melakukan konsolidasi untuk melakukan suatu aksi menyatakan sikap. Saya nanti akan coba, merekap kegiatan yang perlu dilakukan, bekerja sama dengan FPI menyikapi acara tanggal 2 nanti. Siapa tahu ada yang bisa memberikan usulan, melakukan class action," kata Rachma, seperti dikutip dari RMOL.

Tokoh nasionalis, sambungnya, juga akan melaporkan Ahok atas pernyataannya kepada media Australia yang menyebut massa Aksi 4 November dibayar per kepala Rp 500 ribu.

BACA JUGA: Ide Ahmad Dhani, Demo 2 Desember Disertai 1 Juta Bambu Runcing

"Ahok sudah melakukan penghinaan, hasutan, dan harus membuat suatu pengaduan ke penegak hukum," demikian wanita yang akrab disapa Mbak Rachma itu.

Turut hadir dalam acara ini ekonom senior Fuad Bawazier dan Ichsanuddin Noorsy, tokoh politik Permadi, mantan Menkopolhukam Tedjo Edhy, dan MS Kaban, serta dari kalangan aktivis seperti Sri Bintang Pamungkas, dan Syahganda Nainggolan. (ian/RMOL)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertemuan Perdana, GIPI Kolaborasi Pentahelix Menuju 2019


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler