Siapkan Kejutan dan Atraksi Baru agar Festival Bekudo Bono Makin Menarik

Minggu, 17 November 2019 – 12:21 WIB
Sejumlah wisatawan mancanegara bersama warga setempat berjoget menikmati musik di Bono Jazz Festival, di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu malam (13/11). Foto: ANTARA/HO-Dispar Riau

jpnn.com, PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten Pelalawan di Riau berupaya mengemas penyelenggaraan Festival Bekudo Bono ke depan kian menarik. Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan, selain ombak bono yang menjadi daya tarik utama, akan ada ada atraksi lain dalam penyelenggaraan Festival Bekudo Bono yang akan datang.

"Kami ingin memberikan kesan terbaik pada peserta (peselancar) dan wisatawan sehingga kenangan mereka akan membekas dan akan terus kembali," kata HM Harris. 

BACA JUGA: Wisata Bono, Menguji Adrenalin di Liukan Ombak Sungai

Oleh karena itu dalam Festival Bekudo Bono 2019 ada kejutan berupa pertunjukan jaz. Ada Bono Jazz Festival yang menampilkan sejumlah musisi jaz mancanegara.

Acara tersebut digelar di Pantai Ogis, Teluk Meranti, Pelalawan pada Rabu (13/11) atau sehari sebelum acara puncak Festival Bekudo Bono 2019. Event itu menampilkan 300 musisi seperti Retno Satisfacation, Hantu Blau Band, Komunitas Blues Malam, hingga penampil asal Singapura dan Malaysia.

BACA JUGA: Bono di Riau Bakal Jadi Magnet Peselancar Dunia

Hasilnya, para peselancar mancanegara ikut bergoyang. Mereka melebur dengan wisatawan saat lagu kondnag milik Chuck Berry yang bertitel Johnny B Goode dimainkan Blues Malam.

“Festival Bekudo Bono 2019 selalu menampilkan banyak kejutan. Kehadiran Bono Jazz Festival tentu membuat event semakin fresh. Ada warna baru di sini. Kami juga siap menampilkan kejutan-kejutan untuk festival tahun depan," kata HM Harris. 

Selain Bono Jazz Festival, ada juga camping ground yang dihadirkan sebagai sajian baru. Kepala Dinas Pariwisata, Pebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Kadisbudpora) Pelalawan Andi Yuliandri menyatakan, pihaknya terus berupaya membuat event tahunan itu kian menarik.

“Yang jelas, kami ingin memberikan kesan terbaik kepada peserta dan wisatawan. Untuk Bono Jazz Festival semakin menarik dengan kehadiran musisi dari mancanegara,” ujarnya.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Events Kemenparekraf Esthy Reko Astuty mengatakan, penyelenggaraan festival memang perlu memperhatikan hal-hal baru. Dengan demikian wisatawan selalu menemukan hal baru dan tidak akan pernah bosan.

“Para peserta sejak awal memang sudah terkesan dengan event ini. Kemasannya memang sangat unik dan menarik,” kata Esthy Reko Astuty.

Puncak Festival Bekudo Bono 2019 berlangsung pada Kamis (14/11) di Sungai Kampar, Teluk Meranti. Beberapa waktu sebelumnya, para surfer dari berbagai negara mencoba gelombang bono di Tanjung Pabilah dan Blok F Sebayang, Teluk Meranti.

“Menikmati jaz sebelum bertanding tentu menyenangkan. Dengan beragam rangkaian konten yang ditampilkan, saya optimistis minat peserta akan terus naik di tahun depan. Untuk itu, perlu inovasi lagi agar festival semakin menarik,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani.(nis/jpnn) 


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler