Siasat Mentan Atasi Masa Panceklik Akhir Tahun

Rabu, 06 Desember 2017 – 07:11 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto: Istimewa

jpnn.com, BOGOR - Kementerian Pertanian memastikan pasokan beras tetap aman meskipun menghadapi musim hujan.

Kebutuhan masyarakat aman lantaran pasokan tetap terjaga.

BACA JUGA: Stok Daging Sapi Jelang Natal dan Tahun Baru Dijamin Aman

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengimbau, masyarakat tidak khawatir menghadapi musim hujan.

Pasalnya, pemerintah sudah membuat langkah antisipasi terhadap kemungkinan kelangkaan beras pada musim hujan.

BACA JUGA: Bangun Pertanian Modern, Mentan Resmikan Museum Tanah

"Itu tidak mudah tapi sudah dipersiapkan tiga tahun sebelumnya. Bagi pompa 40 ribu pertahun. Bangun embung, dam parit, dam-dam. Jadi santai saja menghadapinya," kata Menteri Amran di Bogor, Jawa Barat.

Kementan, lanjut Amran, sejak lama mengetahui sebab kenapa pada akhir tahun kelangkaan itu kerap terjadi.

BACA JUGA: Wow, Pertumbuhan Ekspor Beras Indonesia Capai 4.227 Persen

Salah satu penyebabnya, tanam pada bulan Juli sampai September tidak maksimal lantaran faktor kekeringan yang sedang dihadapi.

Biasanya, petani hanya mampu menanam sekitar 500 ribu hektare. Angka tanam itu hanya bisa menghasilkan 1,5 juta ton beras.

Sementara kebutuhan masyarakat sekitar 2, 6 juta ton.

Untuk mengatasi itu, Kementan sejak tiga tahun terakhir telah mempersiapkan agar ke depannya tidak terjadi kekurang stok pangan.
Caranya, Kementan membuat skema tanam sekitar satu juta per bulan sehingga masa panen tetap bisa sepanjang bulan untuk menyukupi kebutuhan masyarakat.

"Kami pakai sistem tanam baru menghilangkan peceklik, caranya Juli sampai September itu dulu tanamnya sedikit, karena kering. Sekarang bagaimana kering itu bisa ditanami," imbuhnya.

Sementara itu, segala langkah sudah dipersiapkan untuk mengantisipasinya kelangkaan pangan yang dikhawatirkan.

Pemerintah sebelumnya, lanjut Menteri Amran, telah membangun sistem sumber air agar proses tanam tidak terganggu.

Bahkan infrastruktur lain untuk menunjang hasil panen tetap dilakukan termasuk menyiapkan asuransi kepada petani.

"Kami sudah rancang tiga tahun, tidak bisa instan. Kita bangun Rain Water System, embung 30.000, sumur dangkal dan sumur dalam, dan kita bangun dam-dam di seluruh Indonesia," kata Amran.

Diketahui, tahun ini saja Kementan menyiapkan satu juta hektare lahan pertanian unyuk diasuransikan. Luasan itu dianggap aman karena kegagalan pertanian masih sekitar 100.000 hektare. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KemenBUMN Teken MoU dengan 3 Menteri terkait Penyaluran BPN


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler