Sievierodonetsk Diisolasi, Rusia Bersiap Lakukan Pembantaian Lagi?

Selasa, 14 Juni 2022 – 14:55 WIB
Arsip - Gambar satelit menunjukkan jembatan kereta api yang rusak di barat laut Severodonetsk, Ukraina, 11 Juni 2022. Foto: Maxar Technologies/HO via Reuters/as

jpnn.com, KIEV - Ketakutan akan terjadinya pembantaian warga sipil kembali muncul setelah pasukan Rusia memutus satu-satunya jalur evakuasi yang tersisa di Sievierodonetsk, Ukraina timur.

Sievierodonetsk telah menjadi fokus serangan Rusia ketika Moskow berusaha merebut wilayah Donbas.

BACA JUGA: Rusia Rampok Gandum Ukraina dan Menjualnya ke Timur Tengah

Satu-satunya jembatan yang tersisa hancur, membuat warga sipil di kota itu terperangkap dan bantuan kemanusiaan tidak bisa disalurkan, kata gubernur setempat Sergei Gaidai.

Dia menambahkan sekitar 70 persen kota itu kini dikendalikan oleh Rusia.

BACA JUGA: Lawan Invasi Rusia, WN Inggris Tewas di Garis Depan Ukraina

Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Senin malam mengatakan pertempuran di Donbas akan menjadi pertempuran paling brutal dalam sejarah Eropa.

Wilayah itu mencakup provinsi Luhansk dan Donetsk, yang diklaim sebagai negara merdeka oleh kelompok separatis pro-Rusia.

BACA JUGA: McD Hadir Lagi di Rusia, Begini Penampakannya

"Bagi kami, harga pertempuran ini sangat mahal. Ini mengerikan," kata Zelenskyy.

Menurut dia, jumlah artileri modern yang cukup akan membantu Ukraina.

Ukraina telah mendesak negara-negara Barat untuk mengirimkan senjata berat. Bantuan itu akan membantu mempertahankan Sievierodonetsk, target penting serangan Rusia di wilayah timur.

Ukraina memerlukan 1.000 howitzer, 500 tank dan 1.000 pesawat nirawak (drone), kata penasihat presiden Mykhailo Podolyak, Senin.

Tujuan utama Rusia adalah melindungi Donetsk dan Luhansk, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Senin, setelah salah satu pemimpin di daerah separatis itu meminta tambahan pasukan dari Moskow.

Moskow baru-baru ini mengklaim telah menghancurkan senjata dan peralatan militer Amerika Serikat dan Eropa di Ukraina.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan rudal-rudal akurasi tinggi yang diluncurkan dari pesawat telah menggempur kawasan sekitar stasiun kereta di Udachne, Donetsk.

Serangan itu juga menghantam peralatan yang dikirim ke pasukan Ukraina.

Rusia telah mengkritik AS dan negara-negara lain karena memberi Ukraina senjata, dan mengancam untuk menyerang target-target baru jika Barat memasok rudal jarak jauh.


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler