SILO Kembangkan Layanan Unggulan Penanganan Kanker, Ada Rumah Harapan 

Kamis, 16 Februari 2023 – 22:12 WIB
Siloam memperkuat pelayanan unggulan penanganan pasien kanker. Foto tangkapan layar YouTube Siloam Hospitals

jpnn.com, JAKARTA - PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) konsisten mengembangkan industri kesehatan dengan memberikan layanan spesialisasi kesehatan melalui program Centers of Excellence (CoE), seperti kanker. SILO bahkan mengoperasikan pusat penanganan kanker, yaitu Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC).

Seperti diketahui, kanker merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan hampir 10 juta kematian terjadi pada 2020. Menurut data Kemenkes RI tahun 2022, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia adalah sebesar 136 orang per 100 ribu penduduk atau berada pada urutan ke-8 di Asia Tenggara. 

BACA JUGA: Mbak Rerie: Pemahaman Masyarakat Mengenai Kanker Anak Harus Ditingkatkan

Angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara, yaitu sebesar 42 per 100 ribu penduduk dengan rata-rata kematian 17 orang per 100 ribu penduduk, diikuti kanker leher rahim sebesar 23 orang per 100 ribu penduduk dengan rata-rata kematian 14 orang per 100 ribu penduduk. 

Untuk laki-laki, angka kejadian tertinggi di Indonesia adalah kanker paru yaitu sebesar 19 orang per 100 ribu penduduk dengan rata-rata kematian 11 orang per 100 ribu penduduk, diikuti dengan kanker hati sebesar 12 orang per 100 ribu penduduk dengan rata-rata kematian 8 orang per 100 ribu penduduk.

BACA JUGA: Virus COVID-19 Tetap Jadi Ancaman Bagi Pasien Kanker, Ini Alasannya

Group CEO LPKR sekaligus Komisaris Utama SILO John Riady mengatakan sebagai penyedia layanan kanker swasta terbesar di Indonesia, Siloam menyadari peran dan tanggung jawab besar yang diemban dalam pelayanan kepada masyarakat luas. 

Dengan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan dari segi skala dan inovasi, SILO berada dalam posisi strategis untuk mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia yang dipimpin oleh Kementerian Kesehatan RI.

BACA JUGA: Nunung Takut Jalani Kemoterapi Kanker Payudara, Ini Sebabnya

"Sebagai bagian dari SILO, MRCCC memiliki visi menjadi Building of Hope atau Rumah Harapan bagi semua pasien kanker," kata John Riady dalam keterangannya, Kamis (16/2).

Dibuka pada 2011, MRCCC merupakan satu-satunya pusat kanker swasta terakreditasi dan telah berkembang menjadi pusat kanker tersier rujukan yang tepercaya dan harapan dari para mitra rumah sakit serta klinik seluruh Indonesia.

Hingga kini, SILO terus berperan aktif untuk menutup kesenjangan penanggulangan kanker dengan bersinergi bersama pemerintah, organisasi kesehatan, mitra atau rekanan, serta komunitas. Di MRCCC, deteksi dini, bedah onkologi, kemoterapi, dan radioterapi dilakukan terpusat pada satu lokasi. 

John Riady mengatakan MRCCC juga terus mengembangkan diri sehingga pada 2022 tercatat telah melayani lebih dari 91 ribu pasien kanker, lebih dari 34 ribu radioterapi, lebih dari 10 ribu kemoterapi, lebih dari 4.600 prosedur pemindaian PET-CT Scan, dan melakukan lebih dari 2.900 tindakan operasi. 

MRCCC juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan alat penunjang seperti USG, Mamografi, MRI, PET-CT Scan serta laboratorium molekular diagnostik dan laboratorium patologi imunohistokimia yang berguna untuk menegakkan diagnosis dan menentukan terapi.  

"SILO menyadari bahwa beberapa masalah dan kondisi kesehatan yang berbeda memerlukan penanganan khusus," ujarnya.

Oleh karena itu SILO menyediakan CoE dengan dokter spesialis dan fasilitas khusus untuk menangani kebutuhan unik pasien serta memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif. CoE SILO menawarkan fasilitas khusus untuk mendukung pasien dengan spesialisasi perawatan kesehatan tertentu,.

John juga mengatakan PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) melalui SILO berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia. Industri kesehatan merupakan salah satu industri atau sektor yang penting dan perlu dikembangkan di Indonesia. 

Terlebih lagi, perekonomian diperkirakan makin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan makin tinggi. 

"Kami akan terus melanjutkan ekspansi dalam kemampuan klinisnya sesuai misi kami memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia," pungkas John Riady. (esy/jpnn) 


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler