SILO Mendukung Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat SELANGKAH

Kamis, 10 Agustus 2023 – 12:02 WIB
Siloam Hospitals mengutamakan kualitas layanan kepada seluruh pasiennya. Foto: Dokumentasi Siloam Hospitals

jpnn.com - JAKARTA - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dengan menjalankan kampanye skrining kanker payudara.

Melalui program tersebut, anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) di sektor layanan kesehatan ini, juga turut mendukung perjuangan dunia melawan kanker dalam mengurangi kesenjangan akses terhadap pengobatan medis, edukasi, dan kompetensi tenaga medis.  

BACA JUGA: 7 Makanan dan Minuman yang Membantu Menurunkan Risiko Anda Terserang Kanker

Presiden Komisaris SILO sekaligus CEO LPKR John Riady mengatakan sebagai penyedia layanan pengobatan kanker swasta terbesar di Indonesia, SILO menyadari peran dan tanggung jawab yang besar melayani masyarakat luas.

SILO memulai kampanye SELANGKAH (SEmangat LAwan KANker) untuk meningkatkan komitmen pelayanannya, dengan menyediakan layanan skrining kanker payudara untuk para wanita di seluruh Indonesia yang memiliki keterbatasan akses.

BACA JUGA: LVAD Tersedia di RS Siloam Kebon Jeruk, Teknologi Terbaru, Canggih

"Mengingat pentingnya dilakukan deteksi dini untuk kanker payudara, SILO mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat umum, perusahaan, komunitas, dan institusi lainnya (stakeholders), untuk mendukung kegiatan ini," kata John Riady dalam keterangannya, Kamis (10/8).

Menurutnya, program layanan skirining kanker payudara ini berlangsung Maret-Desember 2023.

BACA JUGA: Srigan Kampanyekan Kesadaran Pencegahan Kanker Payudara

Skrining kanker payudara ini menggunakan mesin mamografi yang tersedia di 14 RS Siloam di seluruh Indonesia untuk memeriksa 25 ribu wanita. Hal ini bertujuan membantu wanita di seluruh nusantara, terutama wilayah yang sulit akses layanan kesehatan.

Harapannya, peningkatan kesadaran yang sudah dibangun dapat diikuti dengan langkah skrining, sehingga pengobatan terhadap kanker dapat dilakukan sesegera mungkin.

"Dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dari segi skala dan inovasi, SILO berada dalam posisi strategis untuk mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia yang dipimpin oleh Kementerian Kesehatan RI," ucapnya.

Dia menambahkan letak geografis 41 RS Siloam yang berada di 23 provinsi di Indonesia juga menempatkan SILO dalam posisi strategis untuk menyediakan layanan skrining kanker payudara ini. 

Kompetensi tenaga medis dan fasilitas yang tersedia di RS Siloam memampukan SILO melakukan deteksi dini dan mendukung terciptanya layanan pengobatan kanker yang berkelanjutan.

Namun, ini bukan menjadi tanggung jawab satu pihak saja. "Oleh karena itu, kami mengundang bapak ibu untuk dapat mengambil bagian secara langsung dalam kampanye SELANGKAH ini," cetus John.

Sejak 2022, World Health Organization memprakarsai tema Hari Kanker Sedunia dengan “Close the Care Gap” untuk mengurangi kesenjangan dalam pengetahuan dan perawatan kanker.

Adapun kanker merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan hampir 10 juta kematian terjadi pada 2020. 

Menurut data Kemenkes 2022, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia adalah 136 orang per 100.000 penduduk atau berada pada urutan ke-8 di Asia Tenggara.

Dari segi jenisnya, kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemukan di dunia seperti halnya di Indonesia.

Menurut data dari The Global Cancer Observatory, sebanyak 17 persen dari seluruh kasus kanker adalah kanker payudara.

Angka kematian global akibat kanker payudara mencapai 7 persen di 2020.

Di Indonesia, kanker payudara menyebabkan 10 persen kematian pada seluruh penderita.

Dikutip dari kemkes.go.id, 70 persen pasien kanker payudara telah memasuki stadium 3 saat terdeteksi.

Namun, prognosis kemungkinan hidup pasien di stadium 3 tersebut hanya 10 persen-25 persen.  

Padahal, bila dideteksi lebih awal, prognosis kemungkinan hidup pasien kanker payudara rata-rata dalam 5 tahun bisa mencapai 90 persen - 95 persen pada stadium 1 dan 70 persen-75 persen pada stadium 2.

Tingginya prognosis hidup bila kanker terdeteksi di stadium 1 dan 2 ini menunjukkan pentingnya deteksi dini untuk dilakukan oleh setiap individu, baik secara mandiri dan yang terutama pemeriksaan secara medis. 

Meskipun terdapat kemajuan dalam penanganan kanker, di Indonesia ternyata masih banyak masyarakat yang belum dapat mengakses atau mendapatkan layanan yang layak sehingga menyebabkan banyaknya kematian karena penyakit itu. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler