Simak Ajakan Ketum PBNU terkait Toleransi dan Moderat

Sabtu, 09 April 2016 – 19:41 WIB
Said Aqil Siradj. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JOMBANG - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) selalu menyebarkan ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin. Yakni ajaran yang lebih mengedepankan nilai toleransi dan moderat. 

“Sebagai umat Islam, kita memiliki kewajiban untuk terus melakukan dakwah tentang pentingnya toleransi antarumat di negeri ini,” ujar Kiai Said, Sabtu (9/4).

BACA JUGA: Romy: Tinggal Pak Djan yang Belum Mau

Ia menuturkan, bahwa junjungan Nabi Muhammad SAW tidak mendirikan negara Islam. Nabi Muhammad mengajarkan berlaku adil yang ada dalam Piagam Madinah, di mana memperlakukan masyarakat sama tanpa memandang suku.

“Nabi Muhammad bukan mengajarkan mendirikan negara Islam, tidak juga negara Arab, tapi mengajarkan berlaku adil kepada masyarakat Madinah tanpa membedakan arab-non arab, muslim- non muslim. Di situ tugas kita (NU) mensyiarkan ajaran beliau,” ujar Aqil yang juga disampaikan saat memberi sambutan pada Haul Akbar KH Bisri Syansuri ke 37 dan Haul Nyai Haji Nur Chodijah ke 62 di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Jawa Timur Jumat (8/4) malam. 

BACA JUGA: SAH! Romy Ketua Umum PPP Lagi

Karena itu, Kiai Said pun meminta warga NU mengedepankan sikap adil dan toleransi. Baik untuk umat Islam sendiri, maupun umat beragama lain. 

“Karena, kunci keberhasilan NU dalam membantu pemerintah yaitu menerapkan sikap tasamuh, tawazun, tawasuth. Ketiganya merupakan landasan untuk tercapainya cita-cita besar pendiri NU dalam menjaga dan membangun negeri ini,” ujar Kiai Said. 

BACA JUGA: KSAU Inginkan Angkatan Udara Disegani Dunia

Dalam acara tersebut juga hadir Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Menteri Desa, Pembangungan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar, Menristek Dikti M Nasir dan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf.

Di sela-sela acara, sempat ada pembicaraan antara beberapa tokoh tersebut bersama para kiai se Jawa Timur. Mereka membicarakan masalah keummatan, kenegaraan dan kebangsaan. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Masih Ingin Cecar Sanusi Soal Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler