Simak Baik-baik Pernyataan Terbaru Kiai Nasaruddin Umar, Pokoknya

Senin, 22 Mei 2023 – 09:07 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA saat menjadi narasumber Podcast JPNN.com. Foto: Andika Kurniawan/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa akan mewakafkan diri untuk kedamaian bangsa.

Pria kelahiran 23 Juni 1959 itu mengatakan, tanpa ketenangan tidak mungkin Indonesia bisa bersaing di kancah global.

BACA JUGA: Ganjar soal Sosok Kiai Nasaruddin Umar yang Diusulkan Jadi Cawapresnya

"Saya akan mewakafkan diri saya untuk bangsa yang saya cintai ini supaya tenang, sejuk, damai. Tanpa ada ketenangan, kesejukan, kita tidak mungkin bisa bersaing dengan bangsa lain secara global," kata Kiai Nasaruddin saat ditemui pada konferensi internasional untuk perdamaian global di Jakarta, Minggu (21/5).

Tokoh asal Sulawesi Selatan itu juga menyatakan akan mendedikasikan diri untuk masjid karena sudah menikmati keadaannya saat ini.

BACA JUGA: Di Acara yang Sama, Ganjar & Nasaruddin Kompak Puji Masyarakat Sulut

"Pokoknya saya hanya bekerja di tempat saya yaitu masjid, saya sudah menikmati keadaan saat ini, karena saya bekerja bagaimana agar menciptakan bangsa ini menjadi tenang, tidak mungkin bangsa bisa berprestasi kalau terus berkonflik," tuturnya.

Kiai Nasaruddin juga menyatakan bahwa selama ini dirinya dan Masjid Istiqlal sudah memiliki keterlibatan fungsional dengan pemerintah.

BACA JUGA: Manuver PPP Sia-Sia, Nasaruddin Umar Tak Berminat Jadi Cawapres Ganjar

"Jadi secara fungsional saya udah memfungsikan diri bersama teman-teman, membantu pemerintah dalam pembangunan bangsa," ujarnya.

Wakil Menteri Agama periode 2011-2014 itu juga mengatakan bahwa setiap umat, tak peduli agama apa pun, memiliki tanggung jawab bagaimana merekatkan bangsa yang utuh agar bisa menghasilkan prestasi yang besar di masa depan.

"Coba kita lihat Sudan, Afghanistan, konflik-konflik internal itu jangan dibiarkan, kita harus ada orang yang lakoni itu. Saya berbahagia karena teman-teman umat beragama bisa bekerja sama dengan saya selama ini," terangnya.

Dia mengatakan, selama ini Masjid Istiqlal juga telah berdiri sebagai rumah bangsa Indonesia dan menjalin komunikasi dengan siapa pun tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan, bahkan pandangan politik.

"Kita tidak boleh ada simbol-simbol partai politik di Istiqlal, kita tidak akan pernah mengizinkan partai politik manapun masuk di Istiqlal," kata dia.

"Justru dengan begitu kita bisa melakukan sesuatu dengan lintas agama, bisa menawarkan apa yang kita anggap baik tanpa beban apa pun," tambahnya.

Kiai Nasaruddin Umar juga mengatakan bahwa dirinya tidak perlu kami menyampaikan apa saja yang sudah dilakukan selama menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal.

"Bagi saya, cukup langit memahami, tidak perlu bumi memahami," demikian Nasaruddin Umar. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler