Simak, Begini Penjelasan Wali Kota Terpilih Kendari Soal Hubungannya dengan Tata

Jumat, 18 Agustus 2017 – 15:52 WIB
Wali Kota terpilih Kendari Adriatma Dwi Putra menghadiri pemeriksaan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap model Destiara Talita di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Foto: Fathan Sinaga/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wali Kota terpilih Kendari Adriatma Dwi Putra menghadiri undangan pemeriksaan atas laporan model seksi Destiara Talita.

Model bernama asli Destiya Purna Panca melaporkan Adri atas kasus pencemaran nama baik dan pelecehan.

BACA JUGA: Ditemani Istri Tercinta, Wali Kota Terpilih Kendari Diperiksa Polda Metro Jaya

Adri menuturkan dirinya memang mengenal model seksi itu. Hanya saja, dia mengaku tidak mengenal Destiara dengan akrab.

"Saya kurang kenal begitu akrab, jadi kenal baru pada saat Juni 2017 ini," kata Adri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (18/8).

BACA JUGA: Pak Wali Kota Umpat Model Seksi, Polisi Bakal Panggil Ahli

Sebelumnya diberitakan, Destiara melaporkan Adri dengan laporan LP/3733/VIII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum Tanggal 08 Agustus 2017.

Kasus ini bermula dari perkenalan ADP dan Tata pada tahun 2016 silam, hingga berbuntut kepada hubungan khusus. Pada Juni 2017, ADP berjanji akan menikahinya secara siri.

BACA JUGA: Wali Kota Terpilih Kendari Digarap Polda Metro Jaya Besok

“Harapannya agar hubungan kami sah di mata agama,” ujar Tata di Mapolda Metro Jaya.

Termakan janji tersebut, Tata pasrah. Termasuk ketika melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Dia pun memperlakukan ADP layaknya seorang suami, meski pernikahan siri yang dijanjikan belum terlaksana.

“Waktu itu saya percaya bahwa nantinya pernikahan siri akan terjadi,” kata Tata.

Janji tinggal janji. Menurut Destiya, ADP sulit dihubungi selama Juli kemarin. "Terkesan menghindar, saya mulai panik,” kata Tata.

Bukan tanpa alasan Tata merasa panik. Sebab, pada 14 Juni 2017, dia mengaku masih berhubungan badan dengan ADP di Hotel Marina Bay Sand Singapura.

Namun, Dia mulai takut berbadan dua. Pada 8 Juli 2017, Tata kembali mencoba menghubungi ADP. “Saya ingin bicara baik-baik, menanyakan kelanjutan hubungan ini sekaligus menagih pernikahan siri yang dia janjikan,” jawabnya.

Lagi-lagi, ADP tidak merespons. Baru pada 9 Juli 2017 ADP menghubungi Tata. Sayangnya, ADP bukan memberikan solusi terbaik untuk hubungan mereka, namun justru memaki-maki dengan ucapan kotor.

“Semua saya rekam di ponsel,” imbuh Tata.

Tak kuat dengan perlakuan tersebut, didampingi dua sahabatnya Destiya akhirnya memilih menempuh jalur hukum, melaporkan kasusnya ke PMJ.

"Sebagai perempuan, martabat saya direndahkan," pungkas Tata. (Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Takut Berbadan Dua, Model Ini Laporkan Wali Kota Terpilih ke Polda Metro Jaya


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler