Simak! Ini Cara Menyelamatkan Diri saat Terjadi Tsunami Besar

Selasa, 29 September 2020 – 06:39 WIB
Ilustrasi - Gelombang tsunami: Sultan Amanda/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Institut Teknologi Bandung (ITB) memprediksi adanya potensi tsunami besar di pantai selatan Jawa setinggi 20 meter. Mengetahui hal tersebut, Ahli Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Amien Widodo membagikan cara menyelamatkan diri jika tsunami terjadi.

Bila saat tsunami terjadi berada di luar rumah, terutama berada di mobil, Amien Widodo menganjurkan untuk meninggalkan kendaraan. Namun, bisa juga berkendara transportasi, asal gempa tidak berpotensi tinggi.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Pengajian Gus Miftah Dibatalkan, Jubir Rizieq Menyampaikan Seruan, UAS Dikawal TNI

"Misalnya gempa besar 20 detik, semua goyang bisa sampai 90°, gempa lebih dari 6,5 skala richter dan itu bisa menimbulkan tsunami. Segera lari keluar, kalau pakai mobil masih bisa punya waktu 20 menit untuk melarikan diri. Tapi biasanya kalau jalan sudah tidak memungkinkan dan tidak bisa kemana-mana, ya lebih baik harus segera keluar dari mobil mencari tempat yang tinggi 20 meter," jelas dosen ahli Geologi di ITS itu.

Sementara, jika ada orang yang berada di bibir pantai, orang tersebut harus mencari tempat yang lebih tinggi dalam waktu 20 menit.

"Jika kecepatan tsunami sekitar 600 km per jam. Sebelum tsunami surut, air laut untuk kembali lagi membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Itu tsunami akan terjadi. Itu waktu 20 menit untuk cari tempat yang tinggi masih cukup," ungkapnya.

BACA JUGA: Antisipasi Potensi Tsunami, Bamsoet Minta Pemda di Selatan Jawa Tingkatkan Kewaspadaan

Dia mengungkapkan, bila tsunami terjadi di pantai selatan banyak bukit-bukit seharusnya pemerintah daerah juga sudah penyiapkan jalur evakuasi menuju kawasan tinggi tersebut.

Sedangkan ketika berada di tengah laut, seperti para nelayan justru harus berada di tengah laut. Sebab, ombak sedang menuju ke pantai, dan setelah itu ombak dari darat akan kembali lagi ke laut. Jadi harus tetap di tengah laut sampai selesai.

BACA JUGA: Waduh, Alat Deteksi Dini Tsunami di Pantai Selatan Cianjur Rusak

Pentingnya pula untuk warga yang tinggal di daerah rawan tsunami untuk tidak memlihara hewan buas dan beracun. Karena akan mempersulit penyelamatan atau evakuasi orang.

"Nah, penyelamatan hewan ini bisa membahayakan penyelamatnya. Karena yang ingin menolong bisa ketumpukan kayu dan mobil atau sebagainya," tutupnya. (ngopibareng/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler