Simak, Penjelasan Tentang Pengaruh Puasa Bagi Ibu Hamil 

Kamis, 31 Maret 2022 – 14:47 WIB
Spesialis Kandungan dan Kebidanan Bamed Muhammad Fadli. Foto: Bamed

jpnn.com, JAKARTA - Spesialis Kandungan dan Kebidanan Bamed Muhammad Fadli menjelaskan tentang pengaruh puasa terhadap ibu hamil.

"Sebuah penelitian menunjukkan berpuasa pada saat hamil di trisemester kedua bisa menurukan risiko terkena penyakit gula pada saat kehamilan (Diabetes Gestational) dan kenaikan berat badan yang berlebihan," kata Fadli dalam diskusi virtual, Kamis (31/3).

BACA JUGA: Warga di Daerah ini Mulai Menjalankan Salat Tarawih

Meski begitu, dia menganjurkan ibu hamil untuk melakukan konsultasi dengan dokter kandungan sebelum berpuasa.

Hal tersebut dinilai penting untuk dilakukan agar ibu hamil bisa memastikan keadaan dirinya dan janin dalam tubuhnya memiliki kondisi prima saat menjalankan ibadah puasa.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Minyak Goreng & Sirop Paling Diburu

"Beberapa penelitian lainnya menunjukkan bahwa puasa juga tidak mengakibatkan bayi terlahir prematur ataupun bayi terlahir dengan berat badan lebih rendah dibandingkan yang tidak berpuasa," tutur Fadli.

Namun, lanjut dia, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan ibu hamil sebelum menjalani ibadah puasa.

BACA JUGA: Berpuasa Bareng Keluarga, Angelina Merasa Kurang Lengkap Karena Ini

Fadli menjelaskan ibu hamil perlu memastikan berat badan janin sesuai dengan usia kehamilan serta air ketuban yang mencukupi.

Ibu hamil juga harus mengetahui tanda-tanda seperti penurunan berat badannya dan janin, dehidrasi atau haus berlebihan, pusing, air seni berwarna kuning pekat, dan gerakan bayi dalam perut yang berkurang.

Menurut Fadli, puasa saat hamil muda bisa sedikit lebih berisiko sebab tubuh membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan bayi dalam kandungan.

"Hamil muda merupakan tahap di mana kehamilan sedang membutuhkan banyak sekali nutrisi penting," tambah Fadli.

Namun, ada langkah yang bisa dilakukan ibu hamil untuk menjaga kebugaran dirinya dan bayi yaitu minum air putih 2,5 liter per hari, mengurangi konsumsi kafein, memperbanyak karbohidrat kompleks, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Selama ibu dan kandungannya dinyatakan sehat oleh dokter, ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa. Asalkan saat sahur dan berbuka ibu hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu dan kandungannya,” tandas Fadli.(mcr9/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kebutuhan Bahan Pangan Jelang Puasa Meningkat Drastis


Redaktur : Friederich
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler