SIMAK: Saran Gerindra ke Pemerintah Soal MEA

Rabu, 30 Desember 2015 – 17:17 WIB
Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPR RI, Ahmad Muzani. FOTO: DOK.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPR RI, Ahmad Muzani menilai hampir di semua sektor Indonesia menjadi negara yang belum siap menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan 1 Januari 2016.

“Mempelajari perkembangan dan persiapan Indonesia memasuki MEA, menurut kami, hampir semua sektor Indonesia belum siap menghadapi pasar global Asean. Sebab kompetisi dan daya saing kita dibanding dengan negara-negara Asean itu sangat lemah,” kata Ahmad Muzani, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/12).

BACA JUGA: Gawat Bro! Moncong Senjata dari 15 Pangkalan Militer Mengarah ke Indonesia

Kalau pemerintah membiarkan pada 1 Januari 2016 dan seterusnya Indonesia masuk dalam MEA, ujar Muzani, konsekuensinya produktivitas Indonesia akan berkurang karena daya saing produk Indonesia kalah di banding Thailand, Vietnam dan Malaysia.

Demikian juga dengan tingkat keterampilan tenaga kerja Indonesia di banding dengan Filipina, Kamboja, dan Vietnam.

BACA JUGA: Kata Yuddy, Dirjen Perhubungan Mundur Merupakan Bentuk Etika Birokrasi Baru

“Indonesia lebih jauh tertinggal. Mereka lebih fight,” ujar anggota Komisi I DPR RI ini.

Pada bidang ekonomi kreatif, ujarnya, Indonesia relatif  bisa bersaing dengan Thailand.

BACA JUGA: KPK Jangan Main Politik dan Kasus

“Tapi pada bidang perbankan, tingkat suku bunga bank di Indonesia lebih tinggi di banding Filipina, sebab rata-rata di atas 10 persen. Sementara di Filipina hanya pada kisaran delapan persen,” ungkapnya.

Untuk sektor pendidikan lanjut anggota DPR dari daerah pemilihan Lampung I ini, Indonesia kalah telak dari Malaysia dan Singapura.

“Kalau Indonesia memaksakan diri masuk MEA, ke depan Indonesia agak berat dalam sektor produksi dan itu mendorong bangsa ini menjadi bangsa yang jadi rebutan negara lain. Produktivitas rendah, bangsa Indonesia dijadikan pasar dan kita hanya mau menekuni sektor perdagangannya saja tanpa memikirkan produksi dan ujungnya adalah sektor penerimaan negara dari sektor produksi dan industri akan berkurang,” katanya.

Hingga penghujung 2015 ini sektor industi dan produksi Indonesia secara keseluruhan belum bisa dibanggakan sehingga penerimaan negara yang dihasilkan dari industri dan produksi dalam bentuk pajak belum menggembirakan.

Kaitannya dengan MEA, pada akhirnya tingkat produktifitas korporasi akan berkurang karena membanjirnya produk-produk dari negara Asean. Secara pelan-pelan korporasi atau perusahaan akan mengurangi produknya termasuk memberhentikan karyawannya. Ini menjadi ancaman serius Indonesia.

“Karena itu, Gerindra menyarankan pemerintah menunda komitmen Indonesia aktif di MEA, sembari menyiapkan diri lebih baik,” katanya.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... NGERI: JK - Sudirman Said Didesak Mundur!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler