Simpati untuk Chaves dari Pelosok Bumi

Kamis, 07 Maret 2013 – 06:26 WIB
Warga Jakarta di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (6/4) malam dengan menyalakan lilin untuk mengenang Presiden venezuela Hugo Chavez yang meninggal akibat kaneker. Foto: Ade Sinuadji/JPNN
PRESIDEN Venezuela mangkat setelah bertarung dengan kanker selama dua tahun. Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditetapkan sebagai pejabat interim pengganti Chavez. Mantan sopir truk ini akan melanjutkan kepemimpinan Venezuela pasca Chavez tiada.

Kemarin, sesaat setelah Chavez mangkat, simpati beragam dari penjuru dunia langsung marak, termasuk dari Indonesia. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Chavez sebagai sosok kuat dan luar biasa. Menurutnya, Chavez memiliki peran penting dalam hubungan Moskow dengan Karakas. "Dia adalah sosok kuat dan luar biasa yang selalu melihat masa depan dan menetapkan tujuan tertinggi bagi dirinya," ujar Putin dalam telegram belasungkawanya.

Hubungan Moskow-Caracas memang terjalin mesra oleh kedekatan ideologis kedua negara. Walau tak bisa hadir dalam pemakaman, rencananya, Putin akan mengirimkan para petingginya untuk penghormatan terakhir kepada Chavez.

Simpati serupa muncul dari Beijing. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying menyebut Chavez adalah sahabat bagi rakyat tirai bambu. "Presiden Hugi Chavez telah memiliki peran penting dalam hubungan persahabatan dan kerja sama antara Tiongkok dan Venezuela," katanya.

Venezuela dan Tiongkok memiliki kerjasama erat dalam banyak hal. Salah satunya adalah perdagangan minyak yang dilandaskan pada semangat melepas ketergantungan dari Amerika Serikat.

Dari kawasan Amerika Latin, kedukaan terasa lebih dalam. Maklum, Chavez adalah sosok penting dalam percaturan politik di kawasan ini.

Di Kuba, pemerintahan Raul Castro menyatakan negeri cerut itu berduka selama tiga hari untuk menghormati mendiang. Kakak Raul, Fidel Castro, adalah idola dan inspiratory Chavez dalam sikap politiknya yang berseberangan luar biasa dengan Amerika Serikat. Keduanya menjalin kedekatan layaknya bapak dan anak.

"Hugo Chavez adalah putra sejati Fidel Castro," sebut pernyataan resmi pemerintah Kuba dalam siaran televisi yang dilansir BBC.

Rasa kehilangan juga muncul dari Brazil. Presiden Brazil Dilma Rousseff menyebut mendiang sebagai seorang pemimpin besar Amerika Latin. Menurut Dilma, Chavez adalah sosok penting bagi Amerika Latin dan menjadi sahabat bagi rakyat Brazil. Venezuela dan Brazil memiliki kemiripan latar belakang sosio ekonomi dan belakangan ideologi kedua negara berada dalam langkah sama.

Reaksi serupa ditunjukkan Presiden Bolivia Evo Morales. "Kami sedih atas kepergian Presiden Hugo Chavez," katanya.

Morales sejak kemunculannya pertama kali di tampuk tertinggi pemerintahan Bolivia memiliki kemiripan dengan Chavez. Mulai dari sikap dan ideology hingga gaya kepemimpinannya. Morales menyatakan kehilangan yang teramat sangat atas kepergian sahabatnya itu.

Sekutu Chavez di Ekuador menyatakan sulit mencari sosok penggantinya bagi Amerika Latin. Presiden Ekuador Rafael Correa menyebut kematian Chavez adalah kehilangan besar bagi Amerika Latin. "Sosoknya bagi Amerika Latin tak bisa digantikan," katanya. Bagi Ekuador, Chavez memiliki peran penting dalam memberikan aspirasi pemerintahan dan sikap negara terhadap ekspansi pengaruh Amerika Serikat.

Ungkapan duka cita yang sedikit berbeda disampaikan Wakil Presiden Argentina Amado Boudou. Tidak melalui kawat belasungkawa, Amado mengungkao beladukanya melalui twitter. "Seluruh Amerika Latin berduka cita. Salah satu dari yang terbaik untuk kita telah meninggalkan kita. Anda akan selalu dengan kita, Commandante," kicau Amado.

Dari Gedung Putih, negara seteru Chavez tak ketinggalan memberi ucapan belasungkawa. Dalam pernyataan resminya, Presiden Barack Obama menyatakan beladukanya seraya menyebut Venezuela berada dalam situasi menyongsong bab baru untuk demoktasi, hak asasi manusia dan hukum. (tir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nicola Maduro Berpeluang Besar Gantikan Chavez

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler