Sinergi Erick Thohir dan Jaksa Agung Sukses Tuntaskan Misi dari Jokowi

Kamis, 18 Agustus 2022 – 22:49 WIB
Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin (kiri) memberi keterangan pers bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) terkait kasus yang melanda PT Garuda Indonesia (Persero) di Gedung Kartika Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kongres Advokat Indonesia (KAI), Apolos Djara Bonga menilai pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR sebagai bukti komitmen terhadap penegakan hukum termasuk pemberantasan korupsi. Menurut dia, pidato Presiden Jokowi sangat luar biasa.

"Pidato Presiden Jokowi bukti keseriusan dalam penegakan hukum, biasanya orang bilang tajam kebawah dan tumpul keatas. Ternyata, tidak seperti itu teorinya," kata Apolos saat dihubungi wartawan, Kamis (18/8).

BACA JUGA: Sobat Erick Jaring Pendukung Lewat Jalan Sehat dan Pembagian Doorprize

Menurut dia, Jokowi menyampaikan beberapa terobosan pemberantasan korupsi ditubuh BUMN oleh Kejaksaan Agung.

Dia menilai komitmen Jokowi sangat luar biasa sehingga membuat instrumen dibawahnya seperti Jaksa Agung dan Menteri BUMN bergerak.

BACA JUGA: Peringati HUT ke-77 RI, Balad Erick Thohir Gelar Kegiatan Unik di 10 Kabupaten

"Selama ini era kepemimpinan sebelum Pak Jokowi, belum pernah ada yang membuat gebrakan seperti ini. Saya kira luar biasa yang memang perlu ditingkatkan lagi karena masih banyak BUMN lainnya. Tapi gebrakan ini cukup luar biasa oleh Pak Presiden," ujarnya.

Menurut dia, kolaborasi yang bagus antara Jaksa Agung ST Burhanuddin dengan Menteri BUMN Erick Thohir menjalankan visi misi Presiden Jokowi. Mereka, kata dia, sinergitas yang bagus untuk menciptakan good governance atau clean governance.

BACA JUGA: Gagas NU Women, Erick Thohir Buktikan Keberpihakan pada Perempuan

"Saya kira ini biasanya dilakukan oleh pemimpin sebelumnya, mungkin saja visi misi presidennya baik tapi tidak bisa dilaksanakan oleh pembantu-pembantunya atau para menterinya. Tidak ada kata terlambat untuk pembersihan-pembersihan, khususnya di tubuh BUMN. Karena BUMN ini adalah sumber devisa paling besar bagi negara," jelas dia. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Erick Thohir   Jaksa Agung   Jokowi   BUMN   Kasus  

Terpopuler