Sintua HKBP Dibacok Perampok, Istri Disekap di Kamar Mandi

Rabu, 08 Agustus 2018 – 20:32 WIB
Korban terbarung dengan luka bacok. Foto : Metro Siantar/JPG

jpnn.com, SIMALUNGUN - Sepasang suami istri menjadi korban perampokan di Huta Sidomulyo I, Nagori Rukun Mulyo, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun, Sumut, Selasa (7/8/2018).

Korban bernama Lohot Dosmeus Sitanggang, 60, dan istrinya Mery Sinaga. Dia dibacok dan uangnya puluhan juta raib.

BACA JUGA: Kabar Gembira untuk Arnita Rodelina, Mahasiswi IPB

Informasi dihimpun, peristiwa ini diketahui setelah para kawanan perampok pergi dari rumah sintua Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bahkapul ini.

Saat itu, korban terus berteriak minta tolong. Teriakannya didengar beberapa tetangga dan langsung direspon.

BACA JUGA: Arnita, Mahasiswi IPB Mualaf tak Lama Setelah Orientasi

Begitu masuk rumah, para tetangga menemukan korban sudah dalam keadaan bersimbah darah. Sementara itu istri korban ditemukan dalam kondisi terikat di dalam kamar mandi.

Para tetangga langsung memberikan pertolongan dengan melarikan korban ke rumah sakit, juga melepaskan ikatan tali istri korban.

BACA JUGA: Kisah si Cantik Arnita, Mahasiswi IPB Nunggak SPP Rp 55 Juta

Warga lainnya berusaha menghubungi pihak kepolisian. Tak lama kemudian Kapolsek Panei Tongah AKP Peris Gultom bersama anggota tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan oleh TKP, serta mengumpulkan barang buktinya.

Kepada polisi, korban menceritakan kejadian yang menimpanya. Dini hari itu, korban mendengar suara ribut dari pintu samping rumahnya. Kemudian ia bangun dari tempat tidur dengan tujuan mencaritahu apa yang terjadi.

Alangkah terkejutnya korban begitu melihat pintu rumahnya dibuka dari luar. Lalu, dia berusaha mendorong pintu dari dalam.

Selanjutnya terjadi dorong-dorongan pintu. Kalah jumlah dan tenaga, korban pun jatuh tersungkur.

Begitu pintu terbuka, para pelaku yang berjumlah lima orang masuk ke dalam rumah dan langsung melakukan penganiayaan dan membacok korban Lohot Domeus Sitanggang.

Setelah korban terkapar di lantai, para pelaku kembali melakukan tindakan kekerasan terhadap istri korban. Kawanan rampok mengikat tangan korban dan memasukkannya ke kamar mandi rumah itu.

Setelah berhasil mengamankan para korbannya, para pelaku menggasak harta benda milik korban. Setidaknya uang senilai Rp35 juta dan perhiasan milik korban diambil para pelaku.

Usai mengambil hasil rampokan, para pelaku yang menggunakan kapak dan parang itu meninggalkan rumah korban dengan menggunakan mobil jenis Avanza yang tidak diketahui identitasnya.

Kini kasus tersebut sudah ditangani oleh Polsek Panei Tongah Polres Simalungun. Saat ini pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP dan sudah melakukan penyelidikan dilapangan.

“Ya sudah kita tangani. Anggota masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut,” kata AKP Peris Gultom.

Saat ini korban mendapat perawatan di rumah sakit Tiara, Kota Pematangsiantar. Korban menderita luka di beberapa bagian tubuhnya saat melawan para pelaku.

Ditemui di ruang Merpati III, korban terlihat hanya bisa terbaring di atas tempat tidur rumah sakit dengan infus terpasang di tangan kanan.

Diceritakan korban, para pelaku yang diperkirakan berjumlah 5 orang menyerang korban sebelum berhasil masuk ke dalam rumah.

Sebanyak 2 orang pelaku berhasil dilumpuhkan korban. Namun tidak berapa lama, 3 orang lagi pelaku merengsek masuk membantu kedua temannya.

“Sempat kami dorong dorongan. Dikampaknya pintu itu, kena dahiku langsung berdarah. Ditodong linggis di perutku,” kata korban di Rumah Sakit Tiara, Selasa (7/8).

Korban bersama istrinya yang saat itu berada di dalam rumah langsung disekap menggunakan tali dan lakban. Korban juga ditodong pertanyaan terkait keberadaan harta benda mereka.

“Ditanya di mana uang dan harta benda, kukasih tau. Cincin yang di jari saya juga diambil paksa mereka,” terangnya.

Masih kata korban, kepalanya mengalami luka akibat serangan para pelaku. Selain itu, kaki dan tangganya juga diserang menggunakan linggis dan kampak. “Kalau di kepala ada 13 jahitan, di kaki ada 18 jahitan,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, adik korban Lamsinar Sitanggang berharap kejadian yang menimpa keluarga abangnya dapat diusut tuntas pihak Kepolisian.

“Ini kejahatan luar biasa, kami berharap pelaku dapat ditangkap,” tuturnya berharap. (adi/gid/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perampok Nenek Jeane Gasak Emas Seharga Rp 60 Juta


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler