Siswa Diduga Keracunan Cokelat Curah dari Es Kepal

Minggu, 13 Mei 2018 – 23:35 WIB
Bahan pembuat es milo kepal diperiksa. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, SURABAYA - Sepuluh siswa di SD Pakis VIII Surabaya muntah-muntah setelah mengonsumsi mi dan es kepal cokelat. Sembilan siswa merupakan kelas III dan satu lagi kelas VI.

Mereka langsung dilarikan ke unit kesehatan sekolah (UKS) untuk mendapat perawatan pertama. Karena kondisinya semakin parah, beberapa murid sempat tak sadarkan diri ketika dirawat. 

BACA JUGA: Belasan Bocah SD Keracunan Es Milo Kepal

Demi keamanan, sembilan anak dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Tingkat III Brawijaya. Satu anak tidak dibawa ke rumah sakit karena diajak pulang oleh orang tuanya.

Peristiwa tersebut terjadi ketika anak-anak sedang beristirahat pukul 08.30. Mereka memadati kantin untuk jajan. 

BACA JUGA: Makanan Ini Yang Bikin Ratusan Warga Tepar Keracunan

Termasuk sepuluh siswa itu. Mereka membeli mi dan es kepal cokelat, jajanan yang sedang marak, di lapak milik DH. 

Tubuh mereka langsung bereaksi setelah mengonsumsi dua jajanan itu.

BACA JUGA: Korban Keracunan Jajanan Kenduri 108 Orang

Polisi belum bisa memastikan makanan mana yang meracuni murid sekolah di kawasan Bintang Diponggo itu. 

Namun, kecurigaan mengarah pada makanan penutup yang dikonsumsi murid-murid tersebut. 

Yakni, es kepal cokelat. Ada beberapa faktor yang mendasari kecurigaan itu. Salah satunya, penjual menggunakan cokelat curah. 

Itu dilakukan untuk memangkas biaya produksi. Sebab, target market-nya anak-anak. '

'Dijual Rp 3 ribu, itu dapat segelas kecil,'' ucap Kanitreskrim Polsek Sawahan AKP Haryoko Widhi.

Dari DH, si penjual, polisi mendapatkan pengakuan bahwa hari itu dia mencoba produk cokelat bubuk curah yang dibeli di pasar. 

Sebelumnya, dia menggunakan merek cokelat bubuk yang lain. ''Sudah lama dia pakai yang sebelumnya itu dan nggak ada masalah. Pas diganti (merek) ini, bermasalah,'' jelas Haryoko.

Polisi pun mengamankan beberapa barang bukti di lapak DH seperti susu kaleng dan kemasan serta adonan mi siap saji. 

DH juga diciduk untuk dimintai keterangan. Polisi belum menaikkan statusnya dari saksi ke tersangka. Sebab, korps berseragam cokelat itu belum mengantongi hasil penelitian makanan tersebut dari Labfor Polda Jatim. 

''Beberapa sampel yang kami sita adalah sisa muntahan siswa, es batu, cokelat yang digunakan, hingga sisa mi yang dimakan para siswa tadi,'' ungkap penggemar badminton tersebut.

Kepanikan juga sempat terjadi ketika korban dibawa ke rumah sakit. Ambulans berlalu-lalang mengangkut mereka. 

Guru dan orang tua siswa datang ke rumah sakit untuk mendampingi anak-anak. Ada juga bocah berseragam pramuka. Namanya Raindiar Syach.

Dia khawatir dengan nasib adik sepupunya, Septian, yang keracunan. Raindiar datang ke RS dengan mengayuh sepeda onthel dari rumahnya di Kembang Kuning. 

Dia ditemani teman sebayanya, Bryan Vallino Putra, yang juga menunggu saudaranya yang menjadi korban. 

Raindiar mengatakan, dirinya melihat Septian muntah di depannya. Saat itu dia dan teman-temannya sedang sibuk mempersiapkan kegiatan Pramuka.

Begitu sampai rumah sakit, dia malah takut untuk masuk. ''Lha itu banyak tentaranya, nanti kalau aku dimarahi gimana?'' katanya. 

Akhirnya dia dan Bryan hanya menunggu di depan pintu lobi.

Kondisi para korban sudah membaik setelah mendapat perawatan di unit gawat darurat (UGD). 

''Semuanya dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing,'' kata Kabid Darlog BPB Linmas Yusuf Masruh ketika ditemui di depan RS. (bin/jos/c7/jan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler