Siswa Inggris Protes Pake Rok

Sabtu, 20 Juli 2013 – 21:58 WIB
Siswa di Cardif yang memprotes kebijakan sekolah dengan menggunakan rok pendek. FOTO: dailymail
CARDIFF - Sejumlah pelajar pria di Sekolah Menengah Whitchurch Cardiff, Inggris, menggelar aksi protes dengan menggunakan rok. Aksi ini dijalankan karena mereka dilarang menggunakan celana pendek.

Mereka sebelumnya menuntut agar diizinkan mengganti celana panjang dengan celana pendek untuk membantu mengurangi panas yang saat ini melanda Inggris Raya. Tetapi permintaan tersebut ditolak kepala sekolah meski suhu udara terus meningkat.

Menurut dailymail (19/7), dalam aksinya, para pelajar pria kelas 10 ini keluar dari toilet sekolah menggunakan rok dan berjalan keliling koridor sambil meneriakkan tuntutan agar diizinkan menggunakan celana pendek.

Aksi mereka ini membuat pusing kepala sekolah dan sempat menghebohkan suasana di koridor sekolah. Namun aksi ini hanya berlangsung sebentar, para pelajar pria ini langsung digiring ke kantor Kepala Sekolah Huw Jones-Williams dan meminta mereka kembali memakai celana panjang.

Salah satu pelajar Tyrone Evelyn, 15, yang ikut dalam aksi ini mengatakan akan terus melanjutkan aksi protes sampai ada perubahan.''Celana pendek layak untuk cuaca seperti sekarang, kami tidak ingin kepanasan dan terganggu. Selama beberapa hari terakhir saya mengalami dehidrasi, pusing dan kulit mengalami iritasi karena suhu terlalu panas," ujarnya.

Tak kehabisan akal, mereka kemudian menyusup ke toilet dan mengganti celana dengan rok yang dipinjam dari teman perempuan mereka, lalu berjalan keliling koridor sambil meneriakkan, "kami ingin memakai celana pendek!"

Kini setelah aksi mereka dihentikan, para pelajar pria ini berencana menulis surat ke dewan siswa dengan harapan seragam bisa diganti pada musim panas tahun depan.

Aksi para pelajar pria ini mendapat dukungan dari orang tua murid. Andrea John, 51, mengatakan: "Semestinya ada pilihan untuk memakai celana pendek ukuran tiga perempat. Itu akan memakan biaya yang sama jika mereka memakai celana panjang."

Tetapi Kepala Sekolah Huw Jones-Williams bersikeras pada kebijakannya dan tetap akan melanjutkan kebijakan seragam sekolah. Di mana siswa perempuan diizinkan memilih antara rok atau celana panjang, tetapi melarang siswa pria memakai celana pendek.

Ia mengatakan sekolah telah melakukan tindakan pencegahan untuk menjamin siswa bertahan di musim panas, di antaranya dengan membagikan botol minuman secara rutin.

Aksi antik para pelajar pria ini sepertinya meniru tindakan masinis kereta di Swedia yang sempat menjadi berita internasional karena memakai rok saat bekerja sebagai protes atas larangan menggunakan celana pendek. Aksi masinis ini membawa perubahan kebijakan pada perusahaan kereta Arriva yang akhirnya mengizinkan masinis menggunakan celana pendek. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tokoh Oposisi Rusia Akhirnya Bebas

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler