Siswa SMK Kritis Dibacok Orang Misterius

Minggu, 17 Agustus 2014 – 23:55 WIB

jpnn.com - BATAM KOTA - RTH, siswa SMK Widya kritis setelah diserang orang tak dikenal di depan kantor Kadin Batam, Batam Centre, Minggu (17/8) sekitar pukul 02.00 WIB. Pelajar berusia 17 tahun ini pun harus menjalani operasi di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) karena luka bacok di bagian pinggang kanan sepanjang 27 sentimeter.

Kemarin siang, kondisi RTH masih terlihat sangat lemah pasca menjalani operasi sekitar pukul 14.00 WIB. Dia tampak meringis sembari menahan sakit di pinggangnya. Tak hanya itu, tiga jarinya tampak dibalut perban.

BACA JUGA: Buron Dua Tahun, Perampok Ditangkap saat Tertidur Lelap

"Ada luka memanjang 27 sentimeter dan dalam 3 sentimeter di pinggang kanan bagian belakang. Urat jari jempol telunjuk dan tengahnya nyaris putus," kata AT, orangtua RTH di depan ruang rawat lantai dua RSBK, Minggu (17/8) siang.

Pria berusia 41 tahun ini tampak tak bisa menyembunyikan raut sedih bercampur kesalnya karena kondisi anaknya yang kritis. Dia mengaku tak kuasa melihat banyak darah yang keluar dari tubuh anaknya.

BACA JUGA: Ayah yang Setubuhi Anak Kandung Diperiksa Ulang

"Jujur saya sedih dan tak sanggup melihatnya, apalagi melihat banyak darah yang keluar. Semalam baru dijahit dan baru hari ini dioperasi. Semoga lukanya bisa cepat sembuh," terang AT.

Diceritakannya, sekitar pukul 02.30 WIB ia dihubungi oleh salah seorang anggota Satpol PP di Batam. Pria dari balik telepon itu mengabarkan kondisi anaknya RTH yang tengah sekarat di RSBK setelah dibacok orang tak dikenal.

BACA JUGA: Kakek 71 Tahun Cabuli Balita

"Saya antara percaya dan tidak. Makanya setelah dapat telepon saya pastikan ke rumah sakit. Dan ternyata benar, anak saya sekarat mengeluarkan banyak darah," ungkap AT.

Menurut dia, RTH mengaku tak kenal dengan pelaku yang membacok dirinya. Namun kejadian berawal saat rombongan RTH yang melaju dari arah Hotel 01 Batam Centre hendak berputar di perempatan depan kantor Kadin Batam.

Namun secara mendadak, satu unit mobil Avanza hitam yang dinaiki beberapa orang berhenti mendadak. Seorang pria yang juga seusia dengan RTH turun dari atas mobil sambil membawa samurai dan mendatangi RTH yang tengah kaget. Tanpa banyak kata dan hanya bertanya RTH anak mana, samurai itu melayang ke tubuh anaknya.

"Saya tak tahu persis bagaimana kejadiannya. Tapi sekilas dari teman-teman anaknya, Pelaku sempat nanya, Kau anak mana, belum lagi dijawab, samurai sudah melayang ke punggung anak saya," ujar AT.

Dilanjutkannya, setelah dibacok, RTH sempat menghindar dan melarikan diri ke arah kantor Satpol PP yang tak jauh dari lokasi kejadian. Anggota Satpol PP yang berada di lokasi langsung menyelamatkan korban, sementara pelaku yang masih misterius identitasnya itu langsung masuk mobil dan tancap gas. RTH yang sekarat langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Saya sempat tanya teman-temannya, mereka juga tak tahu dengan pelaku. Teman-temannya pada datang ke rumah sakit, tapi saat tinggal sebentar, mereka pada kabur," kata AT lagi.

Ibu RTH yang enggan menyebutkan namanya mengaku langsung shock ketika mendengar kabar dari suaminya kalau anak mereka dibacok. Pasalnya, setahu dia, RTH tengah menginap di rumah mertuanya.

"Saya pikir anak saya nginap di rumah neneknya. Tapi ternyata kami dapat kabar buruk," terangnya.

Menurut dia, beberapa waktu lalu anaknya sempat bergabung dengan geng motor Kampak yang mangkal di Bengkong Sarmen. Namun AT mendengar kabar tersebut dan melarang RTH untuk tidak masuk geng motor manapun.

"Kami selalu pantau dia main dengan siapa. Memang bapaknya sempat marah kalau dia (RTH) ikut-ikutan berkawan dengan anak geng motor Kampak di Bengkong Sarmen, tapi setelah dicari tahu dan dilarang bapaknya, ia tidak ikut-ikutan lagi.  Dia anaknya baik, tapi cuma ikut-ikutan teman-temannya," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Batamkota, Kompol Suherman Zein saat dikonfirmasi kemarin siang mengaku belum menerima laporan resmi terkait kasus penganiayaan yang melibatkan pelajar SMK Widya, Batam ini.

"Anggota sudah ke rumah sakit, tapi kita belum tahu korban melapor ke mana," sebut Suherman.(she)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wartawan di Medan Ditembaki Sampai 7 Kali


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler