Siti Nadia: Omicron Bisa Menular kepada Orang yang Sudah Divaksin

Jumat, 24 Desember 2021 – 16:36 WIB
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi berbicara dalam diskusi virtual Membendung Transmisi Omicron di Jakarta, Jumat (24/12/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa varian Omicron dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bisa menular kepada orang yang sudah divaksin.  

Dia menyatakan bahwa orang yang sudah divaksin dan mendapat penguat (dosis tiga) juga masih bisa tertulari Covid-19 akibat infeksi varian Omicron.

BACA JUGA: Ada 8 Kasus Omicron, Satgas Covid-19 Minta Rumah Sakit Lakukan Ini

Suatu studi terkait infeksi di Afrika Selatan menunjukkan infeksi Omicron dapat terjadi pada kelompok yang sudah mendapat vaksin dosis lengkap dengan gejala klinis ringan hingga sedang. 

"Dia (varian Omicron) bisa menularkan lagi pada orang yang sudah divaksinasi," kata Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi virtual Membendung Transmisi Omicron di Jakarta, Jumat (24/12). 

BACA JUGA: Satu Lagi, Skotlandia Juga Sampaikan Kabar Melegakan soal Omicron

Nadia mengatakan penerapan protokol kesehatan secara konsiten menjadi sangat penting. 

Sebab, peningkatan jumlah kumulatif dari kasus Omicron sangat cepat dibandingkan varian lainnya.

BACA JUGA: Jepang Tak Ambil Langkah Ekstra untuk Hadapi Omicron

Selain lebih cepat menular, kata Nadia, varian Omicron juga bisa menghindar dari sistem kekebalan tubuh, baik dari pascainfeksi alamiah maupun usai vaksinasi Covid-19. 

"Hal yang pasti kita ketahui bahwa memang Omicron ini penularannya lebih cepat dan bisa menghindar dari sistem kekebalan tubuh," ujar dia.

Siti Nadia Tarmizi menyatakan varian Omicron juga lebih cepat menular dibanding Delta. 

Menurut beberapa penelitian, Omicron menyebabkan penurunan kemampuan netralisasi dari efektivitas vaksin.

Sementara, terkait deteksi varian, Nadia menuturkan PCR dan rapid antigen masih sangat baik untuk mendeteksi kasus-kasus positif, walaupun tidak bisa mendeteksi apakah kasus itu merupakan infeksi varian Omicron atau tidak. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler