Situasi Covid-19 di Indonesia Mengancam Industri Ekspor Ternak Australia

Kamis, 22 Juli 2021 – 11:06 WIB
Ilustrasi Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Australia mengkhawatirkan industri ekspor ternak hidup karena lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia.

Dewan Eksportir Ternak Australia (ALEC) mengatakan situasi Covid-19 di Indonesia menjadi keadaan kritis yang melanda bisnis pastoral di Australia Utara.

BACA JUGA: Argentina Hentikan Ekspor Sapi untuk Menurunkan Harga dalam Negeri

Meski begitu, Kepala Eksekutif ALEC Mark Harvey-Sutton mengatakan perhatian utama tertuju pada kesehatan dan keselamatan rekan-rekannya di Indonesia.

"Pikiran dan doa kami tulus bersama Indonesia saat ini," kata Harvey-Sutton, dikutip dari ABC News, Kamis (22/7).

BACA JUGA: Ekspor Sapi ke Indonesia Membuat Kota Townsville Sibuk

Selain itu, salah satu bisnis penggembalaan terbesar di Australia yaitu Consolidated Pastoral Company (CPC) memiliki dua tempat penggemukan sapi di Lampung dan Medan dengan kapasitas gabungan sekitar 27.000 ekor sapi.

Kepala eksekutif CPC Troy Setter mengatakan telah memvaksinasi hampir seluruh stafnya dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat tetapi situasinya tetap mengkhawatirkan dalam beberapa pekan terakhir.

BACA JUGA: Alokasi Izin Ekspor Sapi Australia ke Indonesia Diubah Jadi Setiap Empat Bulan

"Kami tentu saja melihat peningkatan tekanan pada bisnis kami, tim, dan pelanggan kami karena jenis virus corona baru yang lebih ganas ini," ujar Setter.

Dia juga mengaku mengalami peningkatan jumlah staf yang sakit dan harus kehilangan beberapa anggota stafnya akibat Covid-19 ini.

Setter mengatakan biasanya ada hingga 1,8 juta hewan yang diekspor, termasuk sapi, domba, kambing, dan kerbau tetapi angka tersebut diprediksi turun sekitar 10 persen tahun ini.

"Sejak Juni kami melihat peningkatan yang sangat signifikan dalam nilai daging sapi potong dan sapi hidup yang masuk ke Indonesia tetapi volumenya turun,” tutur Setter.

Kemudian saat ini, dia melihat penurunan daya beli rata-rata konsumen Indonesia menjadi tantangan bagi bisnisnya.(mcr9/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Friederich
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler