Skuat Persebaya Doa Bersama Legenda

Rabu, 08 November 2017 – 08:23 WIB
Para pemain persebaya menyalami anak-anak dari Panti Asuhan dalam rangka syukuran dan pamitan sebelum berlaga di babak 8 besar liga 2 di Mess Karanggayam, Selasa 7/11. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Suasana kekeluargaan sangat terasa pada acara tasyakuran Persebaya di Mess Karanggayam sore hari kemarin (7/11).

Acara doa bersama untuk kesuksesan Green Force itu dihadiri berbagai elemen, termasuk klub internal dan legenda Persebaya.

BACA JUGA: Hadapi Pusamania Borneo FC, 7 Pemain Arema Absen

Menghadirkan anak yatim piatu dari tiga panti asuhan, yakni Bani Marwah, Asakinah, dan Muhammadiyah Tambak Wedi, seluruh pemain Persebaya terlihat begitu khidmat mengikuti jalannya doa bersama tersebut.

Wajah mereka begitu tenang dan bahagia, bisa berbagai dengan anak-anak yang kurang beruntung tersebut.

BACA JUGA: Skuat Pincang, Inggris Tantang Jerman dan Brasil

''Sedikit kendur tegangnya, Alhamdulillah makin yakin untuk terus menang demi Persebaya,'' ujar Irfan Jaya.

Dia juga tidak lupa mengingat momen kali pertama datang dan bergabung ke Persebaya. Dia ingat betul saat masih menginap di Mess Karanggayam selama beberapa minggu sebelum akhirnya pindah ke apartement daerah Surabaya Barat.

BACA JUGA: Timnas U-19 Ditantang Juara Liga 1 U-19 Sparring

''Dari sini saya mengenal Persebaya dan langsung cinta. Saya berharap bisa menambah piala di etalase itu,'' janjinya sambil menunjuk puluhan piala yang terdapat di salah satu sudut Mess Karanggayam.

Ada empat Legenda Persebaya yang menyempatkan hadir dalam doa bersama tersebut. Ada Bejo Sugiantoro, Mat Halil, Reynold Pieters, dan Dedi Sutanto.

Keempatnya ikut membaur bersama skuad Persebaya yang baru dan saling bertukar kisah tentang pengalaman di sepak bola.

Yang paling spesial adalah saat pemotongan tumpeng. Kapten Persebaya saat ini, Rendi memberikan potongan pertama kepada Bejo.

Pemain yang juga mengemban ban kapten ketika Persebaya jadi juara pada 2004 lalu. Rendi berharap dengan diberikannya tumpeng pertama tersebut, semangat juara yang dulu ada ditularkan kembali kepada Persebaya saat ini.

''Semoga Persebaya bisa sukses, lolos babak 8 besar, masuk semifinal dan jadi juara. Tahun depan main di Liga 1,'' ucapnya sambil memberi potongan tumpeng itu kepada Bejo.

Bejo menegaskan sengaja hadir dan menyempatkan diri untuk bertemu para punggawa Persebaya karena merasa terpanggil.

Sebagai mantan pemain Persebaya dan kapten saat juara pada tahun 2004 lalu, dia berharap anak asuh Angel Alfredo Vera bisa sukses di Babak 8 Besar. Bisa membawa kembali Persebaya ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. ''Tujuannya baik, InsyaAllah Persebaya bisa lolos ke Liga 1,'' harapnya.

Manajer Persebaya Chairul Basalamah mengatakan acara doa bersama itu merupakan inisiatif dari klub internal dan warga sekitaran Karanggayam.

Persebaya sangat terharu bisa hadir dan datang langsung untuk melakukan doa bersama sebelum berangkat ke Cikarang pagi hari ini.

''Apalagi mereka juga bisa melihat piala-piala yang pernah direbut Persebaya. Jadi motivasi tersendiri, semoga makin semangat saat pertandingan nanti,'' jelasnya.

Tidak berhenti sampai disitu, penjelasan dan kisah yang sudah disampaikan oleh mantan pemain Persebaya Subodro juga diharap bisa menginspirasi pemainnya.

Kisah tentang masa-masa kejayaan Persebaya bisa diingat dan ditanam dalam pikiran, bahwa para pemain punya tanggungjawab mengembalikan kejayaan itu lagi ke Surabaya.

''Kami juga berharap doa dari seluruh masyarakat Surabaya, biar Persebaya bisa terus menang dan masuk ke Liga 1,'' ungkapnya. (rid)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Persipura Juara Liga 1 U-19 2017


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler