Smart City Jadi Magnet Gaet Pemodal

Senin, 06 Juni 2016 – 10:42 WIB
BI. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Kota cerdas (smart city) dinilai sebagai magnet menggaet pemodal. Smart city juga membuk peluang ekonomi domestik. Selain itu juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, Bank Indonesia (BI) memandang inisiatif dalam mendorong daya saing perkotaan, akan menjadikan kota-kota sebagai sumber pertumbuhan baru. Salah satu strategi mendongkrak daya saing perkotaan dengan mengembangkan kota berkonsep smart city.

BACA JUGA: Poles 13 Bandara, AP II Rogoh Rp 30 Triliun

Smart city harus dapat berimplikasi pada perkembangan ekonomi rakyat. Sejumlah kota di Indonesia secara bertahap menuju ke arah kota cerdas. ”Namun implemetasinya masih belum terintegrasi dengan baik (scattered),” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.

Sejumlah rintangan itu, mengharuskan beragam langkah mengatasi penataan ruang dan wilayah secara konsisten, pemenuhan kebutuhan konektivitas, dan pembenahan kualitas lingkungan, disertai peningkatan peran aktif masyarakat kota.

BACA JUGA: Ritel Bangunan Optimistis Penjualan Saat Ramadan Meningkat

Serangkaian langkah telah diinisiasi masing-masing kementerian dan pemerintah daerah (Pemda) terkait peningkatan daya saing perkotaan. Pemerintah DKI Jakarta punya sejumlah program unggulan untuk mewujud sebagai smart city.

Misalnya, kartu JakartaOne menjadi alat pembayaran nontunai di bidang pendidikan dan transportasi, sekaligus menjadi basis data perilaku masyarakat dapat mendukung pengambilan kebijakan publik.

BACA JUGA: Ekonomi Lesu, Indofood Bisa Sebar Dividen Rp 1,5 Triliun

”Pemkot Makassar juga telah menginisiasi smart card untuk meningkatkan layanan kepada penduduk seperti di bidang kesehatan (home care), makanan (smart canteen) dan pendidikan (smart student),” imbuhnya. (far/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Asuransi Masih Abaikan Personal Accident


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler