SMK Dhuafa Segera Dibuka

Alokasi Biaya Per Anak Rp 8,4 Juta

Selasa, 27 Maret 2012 – 08:16 WIB

PURBALINGGA- Masyarakat kurang mampu di Purbalingga kini tak perlu khawatir menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang pendidikan menengah. Jika anaknya berprestasi, mereka dapat bersekolah di SMK Negeri 3 Purbalingga yang akan dibuka dalam waktu dekat ini. Siswa SMK Dhuafa ini akan bersekolah secara gratis.

Pada tahun ajaran baru mendatang, SMK Negeri 3 Purbalingga (SMK Dhuafa) akan mulai menerima pendaftaran.  Hanya saja, siswa tidak langsung menempati gedung SMK Dhuafa. {asalnya, gedung itu belum dibangun. Manajemen pengelolaan SMK Dhuafa itu masih digabung   bersama SMKN 2 Purbalingga. Rencananya, pada tahun ketiga nanti, SMK untuk kaum tak mampu itu akan berdiri sendiri secara kelembagaan.

Kabid Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga, Subeno MSi mengatakan, SMK itu bakal membuka rumpun Teknologi dengan rombongan belajar (Rombel) sebanyak dua kelas, masing- masing kelas terdiri  36 siswa. Pihaknya berharap, pada September- Oktober mendatang, seluruh sarana maupun prasarana fisik SMK Dhuafa sudah siap.

“Jika belum selesai semua, siswa bisa menggunakan sekolah tempat bergabung dahulu. Namun, kita sudah meminta sarana fisik untuk SMK Dhuafa itu segera diselesaikan terutama pada asramanya,” kata Subeno MSi, seperti diberitakan  Radar Banyumas (Grup JPNN).

Dia mengatakan, bergabungnya manajemen SMK Dhuafa dengan satu sekolah yang sudah ada dilakukan untuk menghemat anggaran. Selain itu juga untuk mengantisipasi kelebihan jumlah siswa, biaya operasional dan lainnya.

“Meski masih gabung dengan SMKN 2,  pengelolaan asrama tetap berbeda. Ada pihak lain yang mengurusnya,” tambahnya.

Sementara itu, Pemkab Purbalingga telah menetapkan  alokasi anggaran per siswa selama satu tahun ajaran. Tiap siswa itu dianggarkan sekitar Rp 8.400.000 per tahun. Jumlah itu termasuk untuk keperluan makan, pakaian dan lainnya. Semua dana sudah tersedia dan tinggal merealisasikannya.

Subeno menambahkan, mekanisme penerimaan siswa akan dilakukan terbuka. Pemkab tetap membuka  pendaftaran dan seleksi. Ada beberapa kriteria calon siswa yang diprioritaskan masuk SMK Dhuafa yakni berasal dari keluarga miskin, potensi calon siswa dan terakhir demografi.

“Dari pertimbangan itu akan dipilih yang benar- benar memenuhi syarat. Bukan berdasarkan kuota per kecamatan seperti yang direncanakan sebelumnya. Penerimaan berdasarkan kuota dikhawatirkan akan memakan waktu lama dalam menentukan calon siswa yang diusulkan,” tandasnya. (amr/bdg)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ribuan Guru Gagal Uji Kompetensi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler